600 Massa “Menggugat Kemerdekaan” Kepung Tanah Abang, 8 Tuntutan Keras Diteriakkan

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News – Suasana kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, diwarnai aksi unjuk rasa besar pada Selasa (18/8/2026). Sekitar 600 orang dari Aliansi Nasional Menggugat Kemerdekaan turun ke jalan dan menggelar orasi di depan Gedung UOB mulai sekitar pukul 14.10 WIB.

Massa aksi berasal dari sejumlah elemen mahasiswa dan organisasi, di antaranya BEM UI, Universitas Pancasila, PNJ, Paramadina, Trilogi, Unpad, UNJ, Gunadarma, dan FMN. Aksi tersebut dikoordinasikan oleh Pj. Yatalathof Ma’shum Imawan.

Dengan membawa sejumlah isu nasional, massa melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah yang mereka nilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Delapan tuntutan keras menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut.

Pertama, massa mendesak pemerintah menghentikan apa yang mereka sebut sebagai penjajahan negara terhadap rakyat sendiri.

Kedua, mereka menuntut penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Ketiga, massa mendesak pemerintah mewujudkan reforma agraria sejati, yang dinilai penting untuk menjawab persoalan ketimpangan penguasaan dan pemanfaatan tanah.

Keempat, persoalan ekonomi rakyat turut menjadi sorotan. Massa meminta pemerintah menurunkan harga bahan pokok dan BBM yang dinilai berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.
Kelima, massa menuntut evaluasi total terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menyerukan penghentian program yang mereka sebut sebagai MBG dan KDM.

Keenam, mereka menolak pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) serta mendesak pemerintah mengembalikan semangat otonomi daerah.

Ketujuh, massa meminta penetapan status bencana nasional untuk wilayah Sumatera dan Flores serta percepatan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak.

Terakhir, massa mendesak agar tindakan yang mereka nilai represif oleh TNI dan Polri di ruang sipil dihentikan serta menyerukan pembubaran Batalyon TP.

Orasi Bergema, Situasi Tetap Kondusif
Di lokasi, massa secara bergantian menyampaikan orasi. Kritik terhadap kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, persoalan agraria, desentralisasi, penanganan bencana hingga ruang demokrasi menjadi materi yang disuarakan.

Meski membawa tuntutan keras, berdasarkan laporan situasi di lokasi hingga berita ini disusun masih berlangsung aman dan kondusif.
Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang menempatkan sejumlah persoalan nasional sebagai bahan evaluasi terhadap pemerintah.

Mata Aktual News menegaskan, seluruh tuntutan tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan massa aksi. Redaksi tetap mengedepankan prinsip keberimbangan, verifikasi dan praduga tak bersalah sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

Reporter: Arman Maulana
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rajin Upload Belum Tentu Berprestasi! Syahrudin Akbar Sentil Pejabat yang Alergi Kritik Pers
Rekan Indonesia Sentil Bulan Dana PMI: Zakat Bukan Dalih Paksa Warga Menyumbang!
Abnon Jakarta Disorot, Dailami Firdaus Dorong Revisi Pergub: Unsur Betawi Diminta Lebih Dominan
Bulan Dana PMI di Jakarta Disorot, Rekan Indonesia Ingatkan Beban Ganda Warga
Diduga Area Taman Disulap Menjadi Proyek BUMD, Pemanfaatan Lahan Jadi Sorotan
MADAS Nusantara dan Jumat Berkah Wartawan Tebar 600 Nasi Kotak di Cilincing
Pengelolaan Perpustakaan HB Jassin Dapat Sorotan DPRD
Krisis Air Baku Mengintai, PAM Jaya Diminta Jangan Cuma Andalkan Satu Keran
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Rajin Upload Belum Tentu Berprestasi! Syahrudin Akbar Sentil Pejabat yang Alergi Kritik Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Abnon Jakarta Disorot, Dailami Firdaus Dorong Revisi Pergub: Unsur Betawi Diminta Lebih Dominan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bulan Dana PMI di Jakarta Disorot, Rekan Indonesia Ingatkan Beban Ganda Warga

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Diduga Area Taman Disulap Menjadi Proyek BUMD, Pemanfaatan Lahan Jadi Sorotan

Sabtu, 26 September 2026 - 00:00 WIB

MADAS Nusantara dan Jumat Berkah Wartawan Tebar 600 Nasi Kotak di Cilincing

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights