Ibu Hamil Kehilangan Janin, Rekan Indonesia Desak Evaluasi Total Layanan Darurat Ibu dan Anak

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Mata Aktual News – Peristiwa memilukan dialami seorang ibu hamil di Kabupaten Bogor. Janin yang dikandung selama sekitar enam bulan tak berhasil diselamatkan setelah menjalani penanganan medis di RS Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Kasus ini memunculkan sorotan terhadap kesiapan layanan kegawatdaruratan ibu dan anak, khususnya ketersediaan dokter spesialis serta mekanisme rujukan pasien.

Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Kabupaten Bogor Raya mengawal penanganan pasien sejak menerima laporan dari suami korban yang mengabarkan istrinya mengalami kram perut hebat disertai perdarahan.

Ketua KPD Rekan Indonesia Bogor Raya, Meirura Lovita Chaniago atau Rura, mengatakan pihaknya langsung mengarahkan keluarga membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat. Setelah bidan merekomendasikan penanganan di rumah sakit, Rekan Indonesia turut mendampingi proses menuju IGD PONED RS Sehat Terpadu Dompet Dhuafa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah menjalani pemeriksaan medis, termasuk pengecekan detak jantung janin dan pemeriksaan laboratorium, dokter menyatakan janin telah meninggal dunia sehingga pasien harus segera mendapatkan tindakan operasi.

Di tengah kondisi darurat tersebut, keluarga sempat dihadapkan pada rencana rujukan ke RSUD Leuwiliang karena dokter spesialis obstetri dan ginekologi tidak berada di lokasi. Situasi semakin berat ketika keluarga mengaku tidak sanggup membayar biaya ambulans rujukan yang diperkirakan mencapai Rp2,5 juta.

“Kami bergerak cepat berkoordinasi dengan LKC Dompet Dhuafa dan manajemen rumah sakit agar pasien tetap mendapatkan tindakan tanpa harus terkendala proses rujukan maupun biaya ambulans,” ujar Rura, Selasa (21/7/2026).

Koordinasi tersebut membuahkan hasil. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Widja Widajaka, Sp.OG, akhirnya datang ke rumah sakit untuk melakukan operasi. Dengan demikian, pasien dapat ditangani di lokasi tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain.

Meski demikian, nyawa janin tidak berhasil diselamatkan. Usai operasi, pasien masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU karena kondisi tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb) yang belum stabil.

Rura menyampaikan duka mendalam kepada keluarga pasien. Ia menegaskan, peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan layanan darurat ibu dan anak agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Keselamatan ibu hamil tidak boleh bergantung pada ada atau tidaknya dokter spesialis di tempat maupun kemampuan keluarga membayar biaya rujukan. Sistem pelayanan harus mampu merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan tanpa hambatan,” tegasnya.

Rekan Indonesia berharap pemerintah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat sistem layanan obstetri dan neonatal emergensi, termasuk memastikan ketersediaan tenaga medis, ambulans rujukan, serta akses pelayanan yang cepat dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Butir Obat Keras Ilegal Disita, Dua Pengedar Diciduk di Kosambi
Pasien Keluhkan RS Uni Medika: Kamar Ada Tapi Tak Kunjung Diberikan, Urusan Administrasi Bikin Geram
RS Pakuhaji Rayakan HUT ke-8, Teguhkan Komitmen “Tumbuh Bersama Melayani dengan Ikhlas”
Sixfeo Football Warnai HUT ke-8 RSUD Pakuhaji, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Wamen HAM Nilai Aduan Rekan Indonesia soal Permenkes Kegawatdaruratan Sudah Tepat
Bupati Tangerang: Kepala Puskesmas Harus Layani Warga dengan Hati
Peringkat RSUD Tipe D DKI Dirilis, Transparansi Layanan Publik Disorot
Rekan Indonesia Kampanyekan STOP TBC dengan TOSS di CFD Jakarta Barat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:38 WIB

Ratusan Butir Obat Keras Ilegal Disita, Dua Pengedar Diciduk di Kosambi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:25 WIB

Ibu Hamil Kehilangan Janin, Rekan Indonesia Desak Evaluasi Total Layanan Darurat Ibu dan Anak

Selasa, 28 April 2026 - 00:00 WIB

Pasien Keluhkan RS Uni Medika: Kamar Ada Tapi Tak Kunjung Diberikan, Urusan Administrasi Bikin Geram

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:02 WIB

RS Pakuhaji Rayakan HUT ke-8, Teguhkan Komitmen “Tumbuh Bersama Melayani dengan Ikhlas”

Senin, 26 Januari 2026 - 18:37 WIB

Sixfeo Football Warnai HUT ke-8 RSUD Pakuhaji, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights