Jakarta | Mata Aktual News — Ancaman cuaca ekstrem dan potensi kriminalitas diperkirakan masih membayangi sejumlah wilayah di Indonesia hingga akhir Februari 2026. Menyikapi hal tersebut, Mayjend TNI (Purn) Tatang Zaenudin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan diri dan lingkungan.
Menurut Tatang, intensitas hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan bencana. Selain itu, Indonesia juga berada di kawasan cincin api yang memiliki risiko gempa bumi dan aktivitas gunung api.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga akhir Februari. Masyarakat diminta tidak lengah, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor,” ujar Tatang, Senin (23/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya soal bencana alam, Tatang juga menyoroti potensi peningkatan kriminalitas di tengah kondisi sosial yang dinamis. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai kejahatan jalanan, seperti pencurian kendaraan bermotor, perampokan, dan aksi begal.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, menjaga keamanan lingkungan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” tegasnya.
Tatang turut mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana. Ia juga mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, kewaspadaan kolektif serta peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan keamanan wilayah menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materiil.
“Dengan kewaspadaan bersama, kita berharap dampak bencana dan kriminalitas bisa ditekan. Semoga masyarakat selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya







