TANGERANG | Mata Aktual News — Ikatan Keluarga Srikandi Manggopoh (IKSM) Cabang Tangerang Raya resmi melantik kepengurusan baru periode 2026–2031 di Hotel Golden Tulip Tangerang, Jumat (30/1/2026).
Pelantikan berlangsung khidmat, namun pesan yang disampaikan tegas dan tanpa basa-basi.

Penasihat IKSM, Prof. Dr. Desri Arwen, langsung menyoroti satu persoalan mendasar: organisasi jangan hanya sibuk seremoni, tapi lemah dalam tata kelola dan kemandirian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Organisasi harus dikelola secara terukur. Tanpa manajemen yang baik, organisasi akan jalan di tempat dan sulit memberi manfaat nyata bagi anggotanya,” tegas Desri Arwen dalam arahannya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) itu menekankan, kekuatan organisasi bertumpu pada tiga hal utama: perencanaan yang jelas, pengorganisasian yang rapi, serta kontrol dan evaluasi yang konsisten. Tanpa itu, menurutnya, organisasi hanya akan ramai di awal, lalu meredup di tengah jalan.
Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian finansial. Desri Arwen menilai, organisasi sosial tidak bisa terus bergantung pada iuran dan bantuan insidental jika ingin program-program kemasyarakatan berjalan berkelanjutan.

“Pengurus, terutama ketua cabang, harus mampu menjaga visi organisasi sekaligus membangun sumber daya ekonomi. Tanpa kemandirian, organisasi mudah goyah,” ujarnya.
Di hadapan anggota IKSM, Desri Arwen turut memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Tangerang sebagai bagian dari edukasi publik. Ia menyampaikan bahwa UMT telah meraih Akreditasi Unggul dan kini menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Provinsi Banten.
Kehadirannya menjadi suntikan motivasi bagi warga Manggopoh di perantauan. Kiprah Desri Arwen di dunia akademik nasional dinilai sebagai bukti bahwa putra daerah mampu menembus level nasional tanpa kehilangan identitas sosial dan budaya.
Pelantikan pengurus IKSM Cabang Tangerang Raya periode 2026–2031 ini diharapkan bukan sekadar pergantian struktur, tetapi menjadi momentum pembenahan organisasi agar lebih solid, mandiri, dan berdampak nyata bagi masyarakat, baik di perantauan maupun di kampung halaman.
Jurnalis: Aris Bintang
Editor: Redpel







