TANGERANG | Mata Aktual News — Unit Opsnal Reskrim Polsek Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota, berhasil mengungkap praktik peredaran obat keras daftar G tanpa izin dan tanpa resep dokter. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan ratusan butir obat keras jenis Tramadol dan Hexymer dari tangan seorang pria di wilayah Neglasari, Kota Tangerang.
Pengungkapan kasus ini dilakukan pada Senin, 22 Desember 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, di sebuah rumah kontrakan yang beralamat di Jalan Pembangunan II RT 01/01, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari.
Seorang pria berinisial T (35), warga Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, diamankan petugas karena diduga memperjualbelikan obat keras tanpa memiliki keahlian dan kewenangan di bidang kefarmasian. Perbuatan tersebut melanggar Pasal 435 dan/atau Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., melalui laporan resminya menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang resah terhadap aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.
“Berawal dari laporan warga terkait dugaan penjualan obat keras daftar G tanpa izin di sebuah kontrakan. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim Polsek Tangerang,” jelas Kapolres.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim opsnal yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Tangerang AKP Ronald Sianipar, S.H., M.H. melakukan penyelidikan dan penggerebekan di lokasi. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang disimpan di dalam plastik hitam, yakni:
390 butir obat keras jenis Tramadol
80 butir obat keras jenis Hexymer
1 unit handphone merek Oppo
Uang tunai sebesar Rp100.000 yang diduga hasil penjualan
“Saat penggeledahan dilakukan, tersangka berada seorang diri di dalam kontrakan dan mengakui telah memperjualbelikan obat keras tersebut tanpa dilengkapi resep dokter,” ungkap AKP Ronald Sianipar.
Selanjutnya, tersangka beserta seluruh barang bukti diamankan ke Mapolsek Tangerang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolres Metro Tangerang Kota menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran obat keras ilegal yang dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Polri tidak akan memberikan ruang bagi peredaran obat keras ilegal. Dampaknya sangat serius, baik bagi kesehatan maupun keamanan masyarakat,” tegas Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Apabila menemukan gangguan kamtibmas atau aktivitas mencurigakan, masyarakat diminta segera menghubungi Call Center Polri 110.
Reporter: Dian Pramudja
Editor: Akmal Aoulia







