Rapat di Hotel Mewah, Rumah Rakyat Tangerang Nyaris Roboh

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang | Mata Aktual News — Potret timpang pembangunan kembali telanjang. Saat Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar rapat koordinasi di hotel mewah Bandung, warga Kampung Dongkal, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, justru hidup dalam ancaman rumah roboh.

Fakta itu ditemukan tim investigasi gabungan awak media dan Lembaga Pelopor saat turun langsung ke lokasi, Jum’at (19/12/2025). Di RT 002/RW 003, kondisi rumah warga jauh dari kata layak: dinding retak, atap lapuk, tiang penyangga rapuh. Setiap hujan, ketakutan jadi teman harian.

Salah satu warga, Inen bin Liyas (45), mengaku sudah bertahun-tahun mengajukan bantuan melalui jalur resmi desa. Namun hasilnya nihil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengajuan sudah berkali-kali. Tapi sampai sekarang tidak pernah ada kepastian. Rumah begini terus,” katanya.

Kepala Desa Gaga, Sodikin, saat dikonfirmasi menyebut rumah Inen akan masuk prioritas bantuan RTLH APBDes 2026. Sayangnya, temuan lapangan membantah klaim “kasus tunggal”.

Lembaga Pelopor mencatat sedikitnya 18 rumah tidak layak huni, dengan empat rumah dalam kondisi darurat dan mengancam keselamatan jiwa. Artinya, yang roboh bukan hanya rumah, tapi juga rasa kehadiran negara.

Ironi kian tajam ketika persoalan infrastruktur ikut terkuak. Selama empat tahun terakhir, saluran air (uditch) tak pernah diperbaiki. Banjir rutin terjadi. Beberapa rumah bahkan belum memiliki MCK mandiri.

Semua ini terjadi di Kabupaten Tangerang daerah dengan APBD terbesar se-Provinsi Banten, kawasan industri raksasa yang kerap dibanggakan sebagai “daerah 1.000 pabrik”.

Pertanyaannya sederhana: ke mana prioritas anggaran diarahkan?

Sementara warga bertahan di rumah nyaris roboh, pemerintah justru menggelar rapat di luar daerah. Boleh jadi sah secara administrasi, tapi secara moral sulit diterima.

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyatakan akan mendata warga terdampak bersama camat untuk diprioritaskan.

“Akan kami data agar yang darurat bisa segera ditangani,” ujarnya singkat.

Namun di tingkat desa, warga mengaku jarang bahkan tidak pernah melihat kepala desa turun langsung meninjau kondisi mereka.

“Saat banjir pun tidak datang. Kalau rumah mau roboh, ya beliau tidak tahu karena tidak pernah ke sini,” ungkap warga.

Potret ini menampar wajah pembangunan. Rapat boleh berkilau, tapi rumah rakyat tak boleh dibiarkan runtuh. Negara hadir bukan di ballroom hotel, tapi di lorong sempit rumah warga.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka satu hal menjadi jelas: yang roboh bukan hanya bangunan, melainkan kepercayaan rakyat.

Reporter: Dian Pramudja
Editor: Redaktur Pelaksana

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karyawan Disingkirkan Sepihak? HC Billiard Sepatan Disomasi, Hak Pekerja Dipertanyakan
Bupati Agam Sidak Damkar, Evaluasi Total Usai Insiden Kehabisan BBM
Kebakaran Hebat di Koto Gadang Agam, Rumah dan Kendaraan Hangus, Satu Warga Terluka
Warga Portal Akses ke Pabrik BSS, Tuntut Kejelasan Status Lahan
FOMPPA dan Ormas Pakuhaji Bagikan Takjil serta Santuni Anak Yatim, Dihadiri Anggota DPRD Banten
MTs Muhammadiyah Kampung Tangah Semarakkan Ramadan dengan Lomba Religi
Wujud Kepedulian di Bulan Suci, Pemdes Babakan Madang Tebar 6.500 Paket Takjil
PSHT Ranting Rajeg Bagikan 500 Box Takjil Gratis dan Gelar Buka Bersama di Bulan Ramadan
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 19:46 WIB

Karyawan Disingkirkan Sepihak? HC Billiard Sepatan Disomasi, Hak Pekerja Dipertanyakan

Minggu, 5 April 2026 - 15:09 WIB

Bupati Agam Sidak Damkar, Evaluasi Total Usai Insiden Kehabisan BBM

Jumat, 3 April 2026 - 09:38 WIB

Kebakaran Hebat di Koto Gadang Agam, Rumah dan Kendaraan Hangus, Satu Warga Terluka

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:16 WIB

Warga Portal Akses ke Pabrik BSS, Tuntut Kejelasan Status Lahan

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:36 WIB

FOMPPA dan Ormas Pakuhaji Bagikan Takjil serta Santuni Anak Yatim, Dihadiri Anggota DPRD Banten

Berita Terbaru

HUKUM

Dua Tahun Mandek, Keadilan Wartawan Terabaikan

Minggu, 12 Apr 2026 - 14:44 WIB

Verified by MonsterInsights