28 Tahun Reformasi: Demokrasi Jalan, Oligarki Makin Berkuasa

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News — Dua puluh delapan tahun setelah Reformasi 1998 menggulingkan rezim Orde Baru, Indonesia dinilai berhasil membangun demokrasi, namun gagal memutus dominasi elite dan oligarki yang masih menguasai ekonomi maupun politik nasional.

Hal itu disampaikan Juru Bicara KOMRAD 98, Asep Nurdin, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Ia menegaskan Reformasi memang membuka kebebasan sipil dan ruang demokrasi, tetapi belum sepenuhnya menghadirkan keadilan sosial bagi rakyat kecil.

“Demokrasi tumbuh, pemilu berjalan, kebebasan lebih terbuka. Tapi kenyataannya, ketimpangan ekonomi, konflik agraria, lemahnya perlindungan buruh, hingga persoalan HAM masih terus terjadi. Oligarki justru makin kuat,” tegas Asep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tantangan terbesar Indonesia hari ini bukan lagi sekadar menjaga demokrasi formal, melainkan memastikan negara hadir untuk rakyat, bukan hanya melayani kepentingan segelintir elite.

Asep menilai pertumbuhan ekonomi nasional selama ini belum sepenuhnya dirasakan masyarakat bawah. Buruh, petani, nelayan, hingga pekerja informal disebut masih tertekan oleh mahalnya kebutuhan hidup, minimnya perlindungan sosial, dan ancaman PHK.

“Pembangunan jangan hanya bicara investasi dan angka pertumbuhan. Ukurannya harus jelas: apakah rakyat makin sejahtera atau tidak,” ujarnya.

Selain masalah ekonomi, KOMRAD 98 juga menyoroti polarisasi sosial, intoleransi, maraknya disinformasi digital, lemahnya penegakan hukum, hingga kasus pelanggaran HAM yang dinilai belum terselesaikan secara tuntas.

Asep pun meminta pemerintah dan seluruh institusi negara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap agenda Reformasi agar tidak kehilangan arah dari cita-cita awal perjuangan 1998.

“Reformasi jangan sampai hanya jadi simbol. Negara harus kembali berpihak kepada rakyat kecil, menjaga persatuan, dan menegakkan keadilan sosial,” pungkasnya.

Reporter: Syahrudin
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PPP DKI Jakarta Gelar Silaturahmi dan Aksi Sosial Bersama Warga Bidaracina
Pers dan Bawaslu DKI Perkuat Sinergi, Kawal Pemilu Jujur dan Transparan
Suara PPP Tergerus di Jakarta, Kader Diminta Turun Gunung Rebut Basis Pemilih
PC NU Tebing Tinggi: Polri Jangan Ditarik Politik
Surat Terbuka ke Surya Paloh Viral, DPRD NasDem Tebingtinggi Dipertanyakan
Tangerang Hj Intan Nurul Hikmah Bagikan 1.000 Paket Sembako
Direktur Jakarta Institute: Isu Narkoba Kerap Dijadikan Legitimasi Intervensi AS
KOMRAD Kecam Agresi Militer AS ke Venezuela, Sebut Bagian dari Konflik Kelas Global
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:53 WIB

28 Tahun Reformasi: Demokrasi Jalan, Oligarki Makin Berkuasa

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:26 WIB

PPP DKI Jakarta Gelar Silaturahmi dan Aksi Sosial Bersama Warga Bidaracina

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:30 WIB

Pers dan Bawaslu DKI Perkuat Sinergi, Kawal Pemilu Jujur dan Transparan

Selasa, 28 April 2026 - 18:39 WIB

Suara PPP Tergerus di Jakarta, Kader Diminta Turun Gunung Rebut Basis Pemilih

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:09 WIB

PC NU Tebing Tinggi: Polri Jangan Ditarik Politik

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights