Tangerang, Mata Aktual News —
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memimpin kegiatan penanaman jagung serentak di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (8/10/2025).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya nyata mendukung program ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi jagung lokal di berbagai daerah.
Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama antara Polri dan Pemerintah Daerah Provinsi Banten. Penanaman dilakukan di atas lahan seluas 50 hektare, dengan dukungan sarana produksi pertanian (saprotan) berupa benih, pupuk, pompa air, dan jaringan perpipaan yang disediakan oleh Polri.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa gerakan tanam jagung serentak ini merupakan bentuk kontribusi Polri dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Melalui program ini, kami ingin memberdayakan petani sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam skala nasional, Polri diketahui telah memberdayakan lebih dari 602 ribu petani yang tergabung dalam 30.548 kelompok tani di berbagai wilayah Indonesia. Dari program ini, Bulog akan menyerap hasil panen sebanyak 1.268 ton jagung sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan dalam negeri.
Sementara itu, Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam sambutannya menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional. Ia juga menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian dan paket sembako kepada masyarakat sekitar.
“Kita ingin memastikan Indonesia tidak bergantung pada impor. Petani harus menjadi tulang punggung kemandirian pangan bangsa. Pemerintah hadir untuk mendukung mereka dari hulu sampai hilir,” tutur Gibran.
Selain kegiatan penanaman, Wapres juga meninjau stand hasil olahan pertanian dan produk UMKM khas Kabupaten Tangerang yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.
Gerakan tanam jagung serentak ini diharapkan mampu memperkuat produktivitas sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung perekonomian daerah dan nasional secara berkelanjutan.







