SPMB SMAN 12 Kacau, Warga Teluknaga Tuntut Evaluasi dan Transparansi

- Jurnalis

Minggu, 13 Juli 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | MATA AKTUAL NEWS — Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 di SMA Negeri 12 Kabupaten Tangerang menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sejumlah warga Desa Kampung Besar, Kecamatan Teluknaga, mengeluhkan banyaknya calon siswa dari lingkungan sekitar yang ditolak masuk, meskipun telah memenuhi syarat zonasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Mewakili warga, Niwan Rosidin selaku Koordinator Forum Masyarakat Bela Tangerang menyatakan bahwa ketimpangan ini mencederai prinsip keadilan dan transparansi dalam proses penerimaan siswa baru. Ia menegaskan bahwa kebijakan zonasi yang seharusnya memprioritaskan anak-anak dari wilayah sekitar justru terabaikan.

“Banyak anak-anak kami yang domisilinya jelas berada dalam zona sekolah, tapi tetap tidak diterima. Ini sangat tidak adil,” ujar Niwan Rosidin, Minggu (13/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diduga Ada Penyimpangan Jalur Prestasi dan Afirmasi:

Merujuk pada SK Gubernur Banten Nomor 162 Tahun 2024, jalur zonasi ditetapkan sebagai jalur utama dengan kuota minimal 50%. Namun, dalam praktiknya di SMAN 12, kuota tersebut diduga tidak terpenuhi. Selain itu, jalur prestasi dan afirmasi juga disinyalir tidak transparan.

Masyarakat menduga terdapat calon siswa dari luar zona yang diterima tanpa dasar penilaian yang jelas, sementara anak-anak dari warga sekitar justru tersisih.

“Kalau memang ada jalur prestasi atau afirmasi, harus ada transparansi kriterianya. Jangan sampai justru jadi celah penyalahgunaan,” tambah Niwan.

Desak Evaluasi, Ancam Gelar Aksi:

Forum Masyarakat Bela Tangerang menyampaikan lima tuntutan utama kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Dinas Pendidikan, yakni:

  1. Evaluasi menyeluruh terhadap proses SPMB SMAN 12 secara terbuka dan objektif.
  2. Pembukaan kembali kuota zonasi atau penambahan kelas untuk mengakomodasi siswa yang tidak diterima padahal memenuhi syarat.
  3. Investigasi independen atas dugaan pelanggaran jalur prestasi dan afirmasi.
  4. Tuntutan pertanggungjawaban kepala sekolah dan panitia SPMB atas pelaksanaan yang diduga menyimpang dari regulasi.
  5. Bila dalam waktu 3 hari tidak ada solusi konkret, masyarakat akan mengajukan pengaduan resmi ke Ombudsman RI Banten, Komnas Anak, DPRD Provinsi Banten, hingga aparat penegak hukum.

Seruan Keadilan dan Afirmasi Pendidikan:

Dalam penutup pernyataan sikapnya, Niwan Rosidin menekankan pentingnya negara hadir menjamin hak pendidikan anak-anak sebagai fondasi peradaban bangsa. Ia mengingatkan bahwa ketidakadilan dalam proses seleksi sekolah dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan.

“Generasi bangsa harus diberi ruang untuk tumbuh adil. Jika bukan kita yang memperjuangkan hak mereka, siapa lagi?” pungkasnya.

Reporter: Dian Pramudja
Editor: Merry WM

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pramuka Saka Bhayangkara Jatinegara Turut Amankan Ibadah Natal dan Tahun Baru di 9 Gereja
Respons Cepat Disdik DKI, Siswa di Cengkareng yang Sempat Dipulangkan Kini Kembali Ikuti Ujian
AIPTU HENDRIK TEGUR PELAJAR YANG NONGKRONG, MINTA SEGERA PULANG UNTUK CEGAH KENAKALAN
Integritas Guru Diuji di Tengah Modus Pungutan Berkedok Komite Sekolah
PIK 2 Turun Gunung, Semua SDN Teluknaga Dicat Ulang!
Sekjen DPP LSM GEMPITA Tinjau Sekolah Gratis bagi Anak Kurang Mampu di Cengkareng
PKBM Labora Edukasi Gelar Tes Kemampuan Akademik, Seluruh Peserta Hadir 100 Persen
Bupati Tangerang Resmikan Revitalisasi SDN Kedung Dalam 1 dan 2, Dorong Akses dan Mutu Pendidikan
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:52 WIB

Pramuka Saka Bhayangkara Jatinegara Turut Amankan Ibadah Natal dan Tahun Baru di 9 Gereja

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:40 WIB

Respons Cepat Disdik DKI, Siswa di Cengkareng yang Sempat Dipulangkan Kini Kembali Ikuti Ujian

Selasa, 25 November 2025 - 15:56 WIB

AIPTU HENDRIK TEGUR PELAJAR YANG NONGKRONG, MINTA SEGERA PULANG UNTUK CEGAH KENAKALAN

Selasa, 25 November 2025 - 11:04 WIB

Integritas Guru Diuji di Tengah Modus Pungutan Berkedok Komite Sekolah

Kamis, 20 November 2025 - 10:33 WIB

PIK 2 Turun Gunung, Semua SDN Teluknaga Dicat Ulang!

Berita Terbaru

Pemerintahan

BPKH Dorong Kemandirian Ekonomi Umat Lewat Program UMKM Berdaya

Senin, 12 Jan 2026 - 17:49 WIB

Verified by MonsterInsights