BEKASI, Mata Aktual News — Penunjukan Kota Bekasi sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (PORProv) Jawa Barat pada November mendatang mendapat sambutan positif dari Barisan Insan Muda (BIMA). Namun, organisasi kepemudaan tersebut mengingatkan agar perhelatan olahraga tingkat provinsi itu tidak berhenti pada urusan pertandingan dan perebutan medali.
BIMA mendorong PORProv Jabar menjadi momentum untuk memperkuat pemberdayaan pemuda, menggerakkan UMKM, serta membuka ruang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Bekasi.
Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP BIMA, Bayu Ade Putra, menegaskan bahwa persiapan PORProv harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap persiapan PORProv dilakukan secara terbuka dan kolaboratif. Pemuda jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus diberikan ruang untuk terlibat dan mengambil peran,” ujar Bayu dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
BIMA Siap Turun Sejak Persiapan
Bayu mengatakan, BIMA siap memberikan kontribusi konkret dalam menyukseskan PORProv Jabar.
Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui mobilisasi relawan, publikasi digital, hingga mengaktifkan komunitas olahraga dan pelaku ekonomi kreatif lokal.
Menurutnya, keterlibatan pemuda tidak semestinya hanya muncul ketika acara telah selesai. Pemuda justru harus diberikan ruang sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Kami tidak ingin hanya memberikan apresiasi setelah kegiatan selesai. BIMA siap ikut bekerja sejak persiapan hingga pelaksanaan, sepanjang diberi ruang untuk berkolaborasi dengan Pemkot, KONI, panitia, dan seluruh stakeholder,” tegasnya.
Dorong Bekasi Jadi Tuan Rumah Berkelas
Selain kesiapan penyelenggara, BIMA juga mengajak masyarakat Kota Bekasi ikut menjaga citra daerah sebagai tuan rumah. Keramahan, ketertiban, keamanan, dan sportivitas dinilai menjadi bagian penting dalam menyukseskan perhelatan tersebut.
Bayu berharap seluruh masyarakat dapat menunjukkan bahwa Kota Bekasi tidak hanya mampu menggelar pertandingan, tetapi juga mampu memberikan pengalaman positif bagi atlet, ofisial, dan kontingen dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Mari kita tunjukkan bahwa Kota Bekasi bukan hanya mampu menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah yang ramah, tertib, sportif, dan membanggakan,” serunya.
BIMA juga menaruh perhatian pada dampak jangka panjang PORProv.
Menurut Bayu, perhelatan tersebut harus meninggalkan legacy berupa ekosistem olahraga dan kepemudaan yang semakin kuat setelah seluruh pertandingan berakhir.
“PORProv bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana olahraga melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdampak bagi daerah,” pungkasnya.
Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi








