Mata Aktual News– Kepulauan Sitaro
Di tengah medan berat dan cuaca yang belum bersahabat, prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut tetap bertahan di lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Fokus utama mereka satu: mencari korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Bencana yang terjadi pada Senin dini hari, 5 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 WITA itu dipicu hujan deras berkepanjangan. Luapan sungai dan longsor dari perbukitan menerjang permukiman warga, merenggut korban jiwa, merusak rumah, serta memutus akses Jalan Lingkar Pulau Siau.

Sejak hari pertama, Marinir TNI AL turun langsung bersama TNI AD, Polri, Basarnas, dan instansi terkait. Dua wilayah terdampak terparah, yakni Kelurahan Bahu di Kecamatan Siau Timur dan Kelurahan Peling di Kecamatan Siau Barat, menjadi titik utama pencarian dan evakuasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Material longsor berupa pasir, lumpur, dan bebatuan menutup jalan dan rumah warga. Namun kondisi tersebut tak menyurutkan langkah prajurit Marinir. Selain membuka akses jalan, mereka menyisir lokasi-lokasi yang dicurigai menjadi titik tertimbunnya korban.
Hingga Jumat (9/1/2026), satu korban atas nama Rakmon Bangsa (51) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara dua warga lainnya masih dalam pencarian. Tim gabungan terus bekerja dengan mengutamakan keselamatan, mengingat struktur tanah yang masih labil.
Tak hanya mencari korban, prajurit Marinir juga membantu membersihkan rumah warga dan membuka kembali jalur transportasi yang vital bagi aktivitas masyarakat serta distribusi bantuan.
Panglima Korps Marinir dalam pesan resminya menegaskan, kehadiran prajurit di tengah bencana adalah wujud pengabdian kepada rakyat. “Marinir harus selalu hadir saat rakyat membutuhkan,” tegasnya.
Operasi kemanusiaan ini akan terus berlanjut hingga seluruh korban ditemukan dan kondisi Pulau Siau berangsur pulih.
Reporter: M. Aditya Prayuda
Editor: Anandra







