JAKARTA, Mata Aktual News — Menghadapi lonjakan pengiriman selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, perusahaan logistik J&T Cargo memperkuat kesiapan operasional dengan menyiapkan infrastruktur layanan yang lebih masif dan terintegrasi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus distribusi barang tetap lancar di tengah meningkatnya permintaan pengiriman selama periode peak season Ramadan.
Saat ini J&T Cargo didukung lebih dari 100 gateway, armada operasional yang mencapai lebih dari 8.000 unit, serta jaringan lebih dari 4.000 outlet yang telah menjangkau sekitar 98 persen wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut disiapkan guna menjaga stabilitas pengiriman, khususnya untuk pengiriman barang dalam jumlah besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Perusahaan juga mengoptimalkan sistem distribusi berbasis teknologi untuk mempercepat pergerakan barang dari sentra produksi menuju pasar.
Berbagai layanan seperti EZ Track, Fast Track, dan Max Track disediakan untuk mempercepat proses pengiriman sekaligus mendukung kelancaran arus kas pelaku usaha, terutama sektor UMKM.
Perwakilan J&T Cargo, Natalia Pangaribuan, mengatakan peningkatan kualitas layanan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap kepuasan pelanggan.
“Capaian ini menjadi dasar bagi J&T Cargo untuk melakukan peningkatan berkelanjutan, termasuk optimalisasi rute dan pengawasan performa berbasis data demi kepuasan pelanggan,” ujar Natalia dalam kegiatan buka puasa bersama dan media meet up di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 perusahaan mencatatkan performa Service Level Agreement (SLA) yang cukup tinggi pada sejumlah platform marketplace. Tingkat keberhasilan pengiriman di Shopee mencapai 96,8 persen, sementara di TikTok mencapai 97,8 persen.
Selain penguatan jaringan dan armada, perusahaan juga melakukan berbagai langkah antisipasi menjelang Lebaran. Di antaranya penyesuaian jadwal line haul, pemeriksaan kelayakan kendaraan operasional, serta pengecekan kesehatan dan tes urin bagi para pengemudi.
Pengawasan pergerakan kiriman juga dilakukan secara real-time untuk mendeteksi potensi kendala operasional sejak dini sehingga distribusi barang selama periode mudik dan Lebaran tetap berjalan lancar.
Reporter: M. Sofyan
Editor: Ryan Rinaldi







