GARUT, Mata Aktual News — Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmulya 02, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terhenti pada Senin (19/10/2026). Penghentian sementara tersebut disebut dalam surat pemberitahuan SPPG Karangmulya 02 kepada pihak sekolah dan Posyandu, dengan alasan kendala teknis terkait dana operasional yang belum jelas pencairannya.
Dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan pihak SPPG Karangmulya 02 itu, pengelola menyampaikan bahwa distribusi makanan belum dapat dilaksanakan mulai hari tersebut. Namun, surat itu belum memberikan kepastian kapan pelayanan MBG akan kembali berjalan.
Terhentinya distribusi ini berdampak pada jadwal penyaluran makanan bagi siswa dan balita penerima manfaat di wilayah layanan SPPG tersebut. Kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kelancaran pendanaan dan kesiapan mekanisme antisipasi agar pelayanan gizi tidak terganggu ketika pencairan dana mengalami hambatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Koordinator SPPG Kecamatan Kadungora, Tresna Sukma Sopyandi, mengaku belum mengetahui penghentian distribusi di SPPG Karangmulya 02.
“Belum ada informasi, Pak,” ujar Tresna singkat.
Belum adanya informasi dari koordinator kecamatan tersebut menyisakan pertanyaan mengenai penyebab kendala pendanaan dan langkah penyelesaian yang tengah ditempuh pengelola SPPG.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab pasti keterlambatan dana, pihak yang menangani pencairan, maupun jadwal dimulainya kembali distribusi MBG.
Pihak pengelola SPPG dan instansi terkait perlu memberikan penjelasan terbuka agar sekolah, Posyandu, serta orang tua penerima manfaat memperoleh kepastian. Evaluasi terhadap mekanisme pendanaan juga diperlukan agar keterlambatan administratif tidak berujung pada terhentinya pelayanan pemenuhan gizi.
Reporter: Yan SB
Editor: Redaksi








