Dana Operasional Terkendala, MBG Karangmulya 02 Garut Setop Distribusi

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, Mata Aktual News — Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmulya 02, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terhenti pada Senin (19/10/2026). Penghentian sementara tersebut disebut dalam surat pemberitahuan SPPG Karangmulya 02 kepada pihak sekolah dan Posyandu, dengan alasan kendala teknis terkait dana operasional yang belum jelas pencairannya.

Dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan pihak SPPG Karangmulya 02 itu, pengelola menyampaikan bahwa distribusi makanan belum dapat dilaksanakan mulai hari tersebut. Namun, surat itu belum memberikan kepastian kapan pelayanan MBG akan kembali berjalan.

Terhentinya distribusi ini berdampak pada jadwal penyaluran makanan bagi siswa dan balita penerima manfaat di wilayah layanan SPPG tersebut. Kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kelancaran pendanaan dan kesiapan mekanisme antisipasi agar pelayanan gizi tidak terganggu ketika pencairan dana mengalami hambatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Koordinator SPPG Kecamatan Kadungora, Tresna Sukma Sopyandi, mengaku belum mengetahui penghentian distribusi di SPPG Karangmulya 02.

“Belum ada informasi, Pak,” ujar Tresna singkat.

Belum adanya informasi dari koordinator kecamatan tersebut menyisakan pertanyaan mengenai penyebab kendala pendanaan dan langkah penyelesaian yang tengah ditempuh pengelola SPPG.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab pasti keterlambatan dana, pihak yang menangani pencairan, maupun jadwal dimulainya kembali distribusi MBG.

Pihak pengelola SPPG dan instansi terkait perlu memberikan penjelasan terbuka agar sekolah, Posyandu, serta orang tua penerima manfaat memperoleh kepastian. Evaluasi terhadap mekanisme pendanaan juga diperlukan agar keterlambatan administratif tidak berujung pada terhentinya pelayanan pemenuhan gizi.

Reporter: Yan SB
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Ketuk Palu UU Ketenagakerjaan Disahkan, Pengusaha Jangan Main-main
Menteri Kanan Kamboja Buka Konferensi “Ummah Terbaik” ASEAN ke-4
Jaga Keselamatan Bersama, Hasbiallah Ilyas Ajak Warga Tetap Tenang dan Waspada
KPK Didesak Jangan Main Rem! PMBB: Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Bogor, Warga Ancam Mogok Bayar Pajak
Siswi MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah Disambut Hangat Usai Ikuti Jambore Nasional XII 2026
Dasco Taruhkan Jabatan demi RUU Perampasan Aset, JMI Desak Asas Retroaktif
Budaya Menjadi Jembatan Kemanusiaan, Renee Partina Hadiri Pameran “Living the War: Children”
TNI-Polri Kawal Ketat Demo Tolak Kenaikan BBM di Ciputat, Sempat Memanas hingga Bakar Ban
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Dana Operasional Terkendala, MBG Karangmulya 02 Garut Setop Distribusi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:00 WIB

DPR Ketuk Palu UU Ketenagakerjaan Disahkan, Pengusaha Jangan Main-main

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:28 WIB

Menteri Kanan Kamboja Buka Konferensi “Ummah Terbaik” ASEAN ke-4

Senin, 7 September 2026 - 18:59 WIB

Jaga Keselamatan Bersama, Hasbiallah Ilyas Ajak Warga Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 4 September 2026 - 17:19 WIB

KPK Didesak Jangan Main Rem! PMBB: Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Bogor, Warga Ancam Mogok Bayar Pajak

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights