Bogor | Mata Aktual News – Bhabinkamtibmas Desa Gunungsari Polsek Citeureup, Bripka Guntur Pramono, melakukan monitoring program ketahanan pangan melalui kegiatan panen jagung hibrida di Kampung Tonggoh RT 05/01, Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Minggu (14/9/2025).
Kegiatan panen yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB ini dihadiri perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta masyarakat sekitar. Panen dilakukan di lahan milik warga bernama Odin dengan luas ± 500 meter persegi, menghasilkan sekitar 2 kwintal jagung hibrida.
Bripka Guntur menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus keamanan di wilayah pedesaan. “Sinergi aparat dengan masyarakat penting untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan lancar dan memberi manfaat langsung bagi warga,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Citeureup, Kompol Eddy Santosa, S.Pd., M.H., menambahkan pihaknya menurunkan dua personel untuk monitoring. “Sesuai arahan pimpinan, Polri wajib hadir di tengah masyarakat. Fokus tugas kami memastikan harkamtibmas tetap aman dan terkendali, serta meminimalisasi potensi gangguan seperti penjarahan, perusakan, maupun kemacetan,” tegasnya.
Usai panen, jajaran Polsek Citeureup bersama perangkat desa dan masyarakat melaksanakan ishoma serta ramah tamah. Pada kesempatan tersebut, Bripka Guntur juga menyerap aspirasi dari Forkopimdes Sukahati dan tokoh masyarakat mengenai penguatan keamanan serta pemberdayaan warga.
Sementara itu, Plt. Kasi Humas Polres Bogor, IPDA Yulista Mega Stefani, S.H., mengingatkan masyarakat agar proaktif melapor apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun tindak pidana. “Apabila ada tindakan kriminal, perekrutan tenaga kerja ilegal dengan janji gaji besar tanpa dasar hukum, itu termasuk TPPO. Segera laporkan melalui Call Center 110 atau nomor aduan Polres Bogor di 0812-1280-5587 yang siap 24 jam,” imbaunya.
Kegiatan panen jagung hibrida ini menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan berbasis desa mampu memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara warga dan aparat keamanan. Dengan demikian, stabilitas pangan dan situasi kondusif di Kabupaten Bogor diharapkan terus terjaga secara berkesinambungan.







