
Tangerang, Mata Aktual News — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Teluk Naga sejak dini hari menyebabkan sejumlah titik di Kampung Lemo, Desa Lemo, Kabupaten Tangerang, terendam banjir, Sabtu (17/1/2026). Genangan air mengganggu aktivitas warga serta berdampak pada akses jalan dan kebersihan lingkungan permukiman.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Lemo bergerak cepat. Kepala Desa Lemo, Lemo Satria, turun langsung ke lokasi terdampak sekitar pukul 07.30 WIB, didampingi perangkat desa untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Tidak hanya perangkat desa, Karang Taruna Desa Lemo juga dilibatkan dalam penanganan banjir. Mereka membawa sejumlah peralatan seperti pompa air, sekop, ember, dan perlengkapan pendukung lainnya untuk membantu pengurasan genangan serta pembersihan saluran drainase.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat warga terdampak. Banjir ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan dan masyarakat terbantu,” ujar Lemo Satria di sela kegiatan.
Penanganan dilakukan secara gotong royong bersama warga. Fokus utama diarahkan pada pengurasan genangan di jalan dan halaman rumah, serta pembersihan saluran air yang tersumbat sampah. Kondisi saluran drainase yang tidak optimal disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah genangan.
Salah seorang warga Kampung Lemo, Siti Aminah, mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa.
“Kami merasa diperhatikan. Pak Kades tidak hanya memberi instruksi, tapi benar-benar turun langsung membantu warga,” ujarnya.
Berkat kolaborasi Pemdes Lemo, Karang Taruna, dan masyarakat, genangan air berhasil ditangani secara bertahap. Dalam waktu sekitar tiga jam, sebagian besar air surut dan akses jalan kembali dapat dilalui warga.
Selain penanganan darurat, Kepala Desa Lemo juga menyerap aspirasi warga terkait persoalan banjir yang kerap terjadi. Pemdes berencana melakukan evaluasi sistem drainase serta menyusun program pembersihan saluran air secara rutin sebagai langkah pencegahan ke depan.
“Kami akan memetakan ulang saluran air dan menjadwalkan kerja bakti rutin bersama masyarakat. Edukasi soal pengelolaan sampah juga akan terus kami lakukan,” jelasnya.
Warga berharap langkah cepat dan rencana preventif tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Desa Lemo.
Reporter: Alex Didi
Editor: Riyan Rinaldi







