Polisi Panggil Pelapor Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Kades Bonisari

- Jurnalis

Jumat, 20 Juni 2025 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang Kota | Mata Aktual News —
Suasana Kantor Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji, terlihat seperti biasa. Namun di balik semua itu, menyimpan cerita tentang kekuasaan yang diduga disalahgunakan dan suara masyarakat yang dibungkam dengan kekerasan.

Salah satunya adalah M. Insani Bayhaqi, Lembaga sosial masyarakat (Komando) yang belakangan ini harus berhadapan langsung dengan tindakan represif dari seseorang yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.

Perkembangan terbaru dalam kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum Kepala Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji, memasuki babak baru. Kamis (19/6/2025), pelapor dalam kasus ini, M. Insani Bayhaqi, memenuhi panggilan pemeriksaan oleh penyidik Polres Metro Tangerang Kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insani hadir di Mapolres sekitar pukul 12.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), menyusul laporan yang ia layangkan pada 4 Juni 2025. Kepada wartawan Mata Aktual News, Insani menyatakan bahwa dirinya diperiksa selama kurang lebih dua jam oleh penyidik.

“Dalam BAP saya menjelaskan secara rinci kronologi kejadian, termasuk pemicu utama yang memicu pemukulan terhadap saya. Saat itu saya hanya menanyakan soal dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh Kepala Desa Bonisari, terkait surat atas nama Kaur Kesra, Muhamad Jaka,” ujarnya.

Insani juga membenarkan bahwa selama pemeriksaan, penyidik turut memperlihatkan rekaman CCTV yang merekam momen kejadian di kantor desa. Rekaman tersebut disebut telah diamankan sebagai barang bukti oleh pihak kepolisian.

“Saya apresiasi tinggi atas kinerja Polres Metro Tangerang Kota yang bekerja profesional, presisi, dan netral. Mereka sudah mengamankan bukti penting demi menegakkan keadilan,” tegas Insani.

Lebih lanjut, menurut informasi yang diterima redaksi, agenda berikutnya adalah pemanggilan terhadap terlapor dan para saksi mata yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sejumlah aktivis sosial kontrol dan media turut mendorong agar penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Mereka berharap, kasus ini menjadi pintu masuk untuk membongkar potensi penyalahgunaan wewenang dan dugaan penyelewengan dana desa di level pemerintahan terendah.

“Kami mendesak agar aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada kasus penganiayaan ini saja. Harus dibuka pula dugaan pelanggaran lain yang melibatkan jabatan kepala desa, termasuk alur dana desa yang patut diaudit ulang,” ujar salah satu aktivis yang enggan disebut namanya.

Mata Aktual News akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi secara profesional, tajam, dan faktual.

Reporter: Dian Pramudja
Editor: Redpel

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Grup WhatsApp “Zoopardie” Jadi Sarang Pelecehan Digital, Oknum Guru Diseret Kasus
Polres Bitung Tancap Gas, Kasus Dugaan Penipuan Rp1,6 Miliar Terus Dikulik
98 Paket Sabu Digagalkan di Manado, Kapolresta: Narkoba Musuh Bersama
Kasus Dugaan Penipuan Rp1,6 Miliar di Bitung Masih Berjalan, Polres Dalami Kerugian Riil Korban
Diduga Cemarkan Nama Baik Lewat Medsos, Ketua PWOIN Depok Laporkan Oknum HR
Diduga Jual Obat Keras Berkedok Toko Kosmetik, Sebuah Toko di Jakarta Timur Disorot Warga
Anak Perempuan 15 Tahun Diduga Dibawa Kabur, Dua Pria Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi
Polsek Jatiuwung Bongkar Peredaran Tramadol, Tiga Pelaku Diamankan
Berita ini 149 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:53 WIB

Grup WhatsApp “Zoopardie” Jadi Sarang Pelecehan Digital, Oknum Guru Diseret Kasus

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:30 WIB

Polres Bitung Tancap Gas, Kasus Dugaan Penipuan Rp1,6 Miliar Terus Dikulik

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:40 WIB

98 Paket Sabu Digagalkan di Manado, Kapolresta: Narkoba Musuh Bersama

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:53 WIB

Kasus Dugaan Penipuan Rp1,6 Miliar di Bitung Masih Berjalan, Polres Dalami Kerugian Riil Korban

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik Lewat Medsos, Ketua PWOIN Depok Laporkan Oknum HR

Berita Terbaru

Nasional

PENGUMUMAN STOP PERS

Jumat, 27 Feb 2026 - 02:45 WIB

P0LRI

Kapolres Tangerang Kota Rangkul Media, Santuni Anak Yatim

Kamis, 26 Feb 2026 - 20:06 WIB

Pemerintahan

JATA: Eksploitasi Air Tanah di Jakarta Picu Kerusakan Masif

Kamis, 26 Feb 2026 - 05:13 WIB

Verified by MonsterInsights