BEM SI Kerakyatan BSJB Demo, Desak Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News — Sekitar 260 mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Kerakyatan BSJB menggelar aksi unjuk rasa di Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). Mereka mendesak evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran serta menyoroti persoalan karhutla, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan penegakan hukum.

Aksi yang dipimpin Bayu Saputra tersebut berlangsung pukul 16.37 hingga 18.20 WIB. Massa berasal dari Universitas Esa Unggul, STIAMI, IBS, dan YARSI.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai sejumlah persoalan mendasar belum tertangani secara optimal. Mereka menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sulitnya akses kesehatan di daerah terpencil, kesejahteraan tenaga pendidik, pengangguran, serta pelaksanaan program strategis pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator aksi, Bayu Saputra, menegaskan bahwa dampak karhutla menjadi salah satu persoalan mendesak yang harus mendapat perhatian serius pemerintah.

“Kami prihatin terhadap masyarakat dan satwa yang terdampak asap karhutla, termasuk ancaman penyakit ISPA. Kami mendesak pemerintah segera mengevaluasi penanganannya dan mempertimbangkan penetapan karhutla sebagai bencana nasional,” demikian pokok pernyataan Bayu dalam penyampaian aspirasi.

Bayu juga menyoroti persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah serta meminta pemerintah memperkuat koordinasi dan melakukan evaluasi terhadap sektor energi.

Selain itu, mahasiswa mengkritik proses pembentukan undang-undang yang mereka nilai perlu lebih transparan dan melibatkan partisipasi publik secara bermakna.

Audiensi dengan Perwakilan Istana
Di sela aksi, perwakilan mahasiswa berdialog dengan Binbin Firman Tresnadi, Staf Khusus Sekretariat Negara. Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai catatan kritis mengenai ketenagakerjaan, standar keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), anggaran pendidikan, dan akses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Perwakilan STIAMI menyoroti persoalan lapangan kerja dan upah minimum yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan hidup layak. Sementara itu, perwakilan YARSI menekankan pentingnya pemerataan layanan kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.

Menanggapi aspirasi tersebut, Binbin menyampaikan apresiasi atas masukan dan data yang disampaikan mahasiswa. Ia mengusulkan forum diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait agar persoalan yang disampaikan dapat dibahas secara lebih mendalam.

Enam tuntutan utama mahasiswa meliputi reforma agraria sejati, penegakan supremasi sipil dan penarikan militer dari jabatan sipil, pemerataan layanan kesehatan, peningkatan kesejahteraan guru, evaluasi program strategis pemerintah, serta penegakan kedaulatan rakyat dan supremasi konstitusi.

Audiensi berakhir sekitar pukul 18.08 WIB. Massa kemudian menyanyikan lagu perjuangan dan membacakan pernyataan tuntutan sebelum membubarkan diri pada pukul 18.20 WIB.

Berdasarkan laporan kegiatan, aksi berlangsung tertib dan situasi terpantau aman serta kondusif.

Mahasiswa berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi ditindaklanjuti melalui evaluasi kebijakan dan langkah konkret pemerintah.

Jurnalis Arman maulana
Editor Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“CUKUP 2 TAHUN!” BEM SI Kerakyatan Kepung Patung Kuda, Desak Prabowo-Gibran Evaluasi Kebijakan
Pekan ke-98 PJBW, Kolaborasi Wartawan dan Pegiat Budaya Salurkan Bantuan Makanan
Tawuran Manggarai Kambuh, Pemkot Jaksel Siapkan Lapangan Multifungsi!
Imam Besar FBR Hadiri Karnaval Sarendo-rendo di CFD Thamrin, Serukan Persaudaraan Nusantara
Rajin Upload Belum Tentu Berprestasi! Syahrudin Akbar Sentil Pejabat yang Alergi Kritik Pers
Rekan Indonesia Sentil Bulan Dana PMI: Zakat Bukan Dalih Paksa Warga Menyumbang!
Abnon Jakarta Disorot, Dailami Firdaus Dorong Revisi Pergub: Unsur Betawi Diminta Lebih Dominan
Bulan Dana PMI di Jakarta Disorot, Rekan Indonesia Ingatkan Beban Ganda Warga
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:02 WIB

“CUKUP 2 TAHUN!” BEM SI Kerakyatan Kepung Patung Kuda, Desak Prabowo-Gibran Evaluasi Kebijakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Pekan ke-98 PJBW, Kolaborasi Wartawan dan Pegiat Budaya Salurkan Bantuan Makanan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:35 WIB

BEM SI Kerakyatan BSJB Demo, Desak Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Tawuran Manggarai Kambuh, Pemkot Jaksel Siapkan Lapangan Multifungsi!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Imam Besar FBR Hadiri Karnaval Sarendo-rendo di CFD Thamrin, Serukan Persaudaraan Nusantara

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights