BOGOR, MATA AKTUAL NEWS — Si jago merah mengamuk di PT Royal Foamindo Perkasa, Kampung Poncol RT 003/RW 10, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kobaran api dengan cepat membesar. Bahan styrofoam yang berada di kawasan pabrik membuat api cepat merambat. Celakanya, hidran yang seharusnya menjadi senjata pertama menghadapi kebakaran disebut tidak berfungsi optimal.
Situasi ini membuat petugas pemadam kebakaran (Damkar) harus bekerja ekstra keras. Dua unit kendaraan dari Damkar Cileungsi dikerahkan ke lokasi. Karena kobaran api terus membesar dan pasokan air terbatas, bantuan armada dari sektor Gunung Putri, Cibinong, Citeureup dan Cariu pun didatangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Seksi Satpol PP Kecamatan Cileungsi, Amran Iskandar, yang berada di lokasi mengatakan, kebakaran diduga dipicu percikan api dari aktivitas pengelasan.
“Iya, kebakaran di PT Royal Foamindo Perkasa karena percikan api dari pengelasan yang berada di area parkir mobil,” ujar Amran.
Ketua Regu Damkar Cileungsi, Tito, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan delapan personel setelah menerima laporan warga.
“Kita mendapatkan laporan warga bahwa telah terjadi kebakaran sebuah pabrik di wilayah Kecamatan Cileungsi. Kami langsung menuju lokasi bersama delapan anggota untuk memadamkan api,” kata Tito.

Menurutnya, proses pemadaman hingga pendinginan maksimal berlangsung sekitar dua jam.
Namun, petugas menghadapi kendala. Selain sumber air di sekitar lokasi sulit, hidran yang tersedia di lokasi disebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Petugas akhirnya mengambil air dari Danau Adhigana, Grand Nusa Indah untuk menyuplai kebutuhan pemadaman.
Kobaran api tidak hanya menghanguskan bagian pabrik. Sedikitnya delapan unit truk yang mengangkut styrofoam siap dikirim ikut terbakar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara total kerugian materiil masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Asap hitam pekat yang membubung tinggi sempat membuat warga sekitar panik. Apalagi lokasi pabrik berdekatan dengan kawasan perumahan Grand Nusa Indah.
Supri, warga sekitar, mengaku sempat kaget melihat kepulan asap tebal dari arah belakang perumahannya.
“Saya kaget banget lihat asap kok tebal banget dari belakang perumahan saya. Tidak tahunya ada kebakaran pabrik. Alhamdulillah petugas Damkar dengan cepat memadamkan api,” ujarnya.
Karena itu, Supri meminta pengelola kawasan dan pemerintah setempat menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya kebakaran serta kesiapan sarana proteksi kebakaran harus diperkuat.
“Perlunya edukasi tentang bahaya kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. Sarana penunjang seperti hidran sangat perlu di setiap cluster, khususnya yang berdekatan dengan pabrik,” tegasnya.
Kebakaran tersebut menjadi alarm keras pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, terutama saat melakukan pekerjaan yang menghasilkan percikan api seperti pengelasan.
Begitu juga dengan kesiapan sarana penanggulangan kebakaran. Hidran yang tidak berfungsi optimal di tengah kepungan api tentu menjadi persoalan serius yang perlu dievaluasi.
Penyebab pasti kebakaran dan nilai kerugian masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Reporter: Piye
Editor: Redaksi








