Cibubur, Mata Aktual News– Praktisi kesehatan holistik sekaligus aktor, Chandra Wahyu, terus mengampanyekan pentingnya pola hidup sehat kepada masyarakat. Pria yang dikenal dengan nama Mr. Bonte itu menilai bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan rutin berolahraga, tetapi juga harus dibarengi dengan pemahaman terhadap kondisi tubuh serta pemilihan terapi yang tepat.
Menurut Chandra, setiap individu memiliki kondisi fisik yang berbeda sehingga jenis olahraga yang dilakukan harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Pemilihan olahraga yang tidak tepat justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan baru.
“Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Karena itu, olahraga yang dipilih harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Chandra di Cibubur, Senin (8/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain aktivitas fisik, Chandra juga menyoroti pentingnya terapi tubuh sebagai upaya menjaga fleksibilitas serta membantu proses pemulihan berbagai keluhan kesehatan. Ia menegaskan bahwa terapi harus dilakukan secara tepat dan ditangani oleh tenaga yang kompeten dan berpengalaman.
Melalui Bonte Center Cibubur yang dipimpinnya, Chandra menyediakan berbagai layanan terapi gangguan gerak dengan teknik yang telah dikembangkan dan diterapkan selama bertahun-tahun. Namun demikian, ia menekankan bahwa kesembuhan sejatinya berasal dari Tuhan.
“Semua kesembuhan adalah milik Allah SWT. Kami hanya berusaha dan mengikhtiarkan yang terbaik untuk membantu masyarakat,” katanya.
Dalam menjalankan layanan tersebut, Chandra dibantu oleh Ustaz Tajudin yang berperan sebagai asisten sekaligus praktisi terapi. Tajudin menjelaskan bahwa sejumlah metode terapi tradisional seperti bekam dan fasdhu memiliki prosedur serta standar tertentu yang harus dipatuhi.
“Teknik-teknik tersebut tidak boleh dilakukan sembarangan. Harus oleh orang yang memiliki pengalaman dan izin praktik yang jelas. Jika dilakukan dengan benar, terapi ini dapat membantu menangani sejumlah keluhan seperti masuk angin, saraf terjepit hingga hipertensi dan lainnya,” jelasnya.
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Bonte Center melalui Lembaga Pelatihan Kerja Bonte Holistic Nusantara akan meluncurkan program bertajuk Roadshow Bonte Cari Pahala Sabang Merauke. Program tersebut menghadirkan edukasi kesehatan tradisional Bonte Teknik sekaligus layanan kesehatan gratis di berbagai daerah di Indonesia.
Roadshow yang mendapat dukungan dari media FEM Indonesia dan Reportase Indonesia itu dirancang sebagai perjalanan edukatif yang menjangkau masyarakat secara langsung, sekaligus memperkenalkan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Menariknya, seluruh kegiatan tersebut akan dibiayai secara mandiri oleh Chandra bersama istrinya, Sylvia Nabila, yang dikenal sebagai influencer aktif di berbagai platform digital. Bagi pasangan ini, program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual yang telah lama direncanakan.
“Ini adalah impian yang sudah lama kami siapkan. Selain berbagi manfaat kepada masyarakat, perjalanan ini juga menjadi bagian dari perjalanan hidup kami sebagai pasangan,” ungkap mereka.
Selama roadshow berlangsung, pasangan tersebut juga berencana memproduksi berbagai konten digital yang mengangkat tema kesehatan, kehidupan sosial masyarakat, serta potensi wisata daerah yang mereka kunjungi.
Program Roadshow Bonte Cari Pahala Sabang Merauke dijadwalkan dimulai pada 15 Agustus 2026 dengan rute awal menyusuri wilayah Jawa Barat sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai provinsi lainnya.
Chandra berharap kegiatan ini dapat memperluas akses masyarakat terhadap edukasi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui kombinasi gaya hidup sehat, terapi yang tepat, dan pemahaman terhadap kondisi tubuh masing-masing.
Tokoh yang terlibat dalam program ini antara lain Chandra Wahyu, Sylvia Nabila, dan Ustaz Tajudin. Program ini dijalankan melalui Lembaga Pelatihan Kerja Bonte Holistic Nusantara dan media nasional.
Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi









