TANGERANG, Mata Aktual News – Suasana santai Ngopi Kamtibmas di Karang Tengah berubah menjadi forum curhat serius warga. Dari ancaman narkoba, kenakalan anak di bawah umur, hingga teror pinjaman online (pinjol) dan debt collector, semuanya mengemuka dalam dialog terbuka bersama kepolisian, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan yang digelar di Balai Warga RW 03, Kelurahan Pondok Bahar itu dihadiri langsung Wakapolres Metro Tangerang Kota, AKBP Eko Bagus Riyadi. Ia turun langsung menyapa warga sekaligus menyerap persoalan nyata yang terjadi di lingkungan.
“Ini bukan sekadar ngopi, tapi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan kamtibmas secara langsung. Kami ingin hadir, mendengar, dan bertindak,” tegas Eko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski situasi keamanan di Kota Tangerang secara umum masih terkendali, Eko mengakui adanya dinamika baru yang perlu diwaspadai. Salah satunya meningkatnya keterlibatan anak di bawah umur dalam tindak kejahatan.
Fenomena ini, menurutnya, dipicu oleh derasnya pengaruh media sosial dan lemahnya pengawasan dari lingkungan keluarga.
“Anak-anak sekarang sangat rentan terpapar. Ini jadi alarm bagi kita semua, terutama orang tua untuk lebih aktif mengawasi,” ujarnya.
Tak hanya itu, warga juga blak-blakan menyampaikan keresahan terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Selain itu, praktik pinjol ilegal dan ulah debt collector yang kerap meresahkan turut menjadi sorotan utama.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian langsung memberikan langkah konkret. Warga diminta memperketat pengawasan lingkungan melalui sistem yang jelas di tingkat RT/RW.
“Buat aturan tegas. Setiap orang luar, termasuk debt collector, wajib izin ke pengurus lingkungan. Jangan sampai masyarakat diintimidasi,” tegasnya.
Untuk memerangi narkoba, polisi juga membuka pintu seluas-luasnya bagi warga yang ingin menggelar penyuluhan atau sosialisasi di lingkungannya.
Di sisi lain, masyarakat diingatkan untuk tidak ragu melapor melalui Call Center 110 jika menemukan potensi gangguan keamanan.
Kegiatan yang berlangsung hangat namun penuh substansi itu ditutup dengan pembagian sembako kepada warga serta sesi foto bersama.
Program Ngopi Kamtibmas sendiri menjadi bagian dari strategi “Jaga Jakarta Plus” yang menekankan kolaborasi aktif antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
Dengan pola komunikasi langsung seperti ini, kepolisian berharap kepercayaan publik semakin kuat, sekaligus mempercepat penanganan berbagai persoalan kamtibmas di lapangan.
Reporter: Dian Pramudja








