Bupati Bogor Luruskan Isu Ledakan PT Antam di Nanggung, Pastikan Tidak Ada Korban

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR | Mata Aktual News — Bupati Bogor Rudi Susmanto meluruskan informasi yang beredar luas di masyarakat terkait dugaan ledakan di area PT Aneka Tambang (Antam), wilayah Hantam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Ia menegaskan bahwa hasil pengecekan dan koordinasi lintas instansi memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun pekerja yang terjebak dalam peristiwa tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Bupati Bogor bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung melakukan peninjauan lapangan dan menggelar rapat koordinasi di Koramil Nanggung, yang melibatkan Forkopimcam, aparat keamanan, serta pihak terkait.

“Kami hadir untuk memastikan langsung kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat. Prinsip utama kami adalah keselamatan warga,” ujar Rudi Susmanto kepada awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan lubang mengeluarkan asap, Rudi menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan resmi PT Antam, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Pada saat itu, tidak ada aktivitas operasional penambangan yang berlangsung di lokasi.

Bupati Bogor juga meluruskan isu yang menyebutkan adanya 700 orang korban terjebak. Menurutnya, informasi tersebut merupakan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.

“Yang dimaksud bukan 700 orang, melainkan level 700 di area tambang. Setelah diverifikasi, tidak ditemukan adanya korban maupun aktivitas penambangan saat kejadian,” tegasnya.

Meski situasi dinyatakan aman dan terkendali, Pemerintah Kabupaten Bogor tetap menyiagakan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, serta tim kesehatan sebagai langkah antisipasi menyusul laporan awal yang sempat menimbulkan kekhawatiran publik.

Rudi Susmanto mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan mengedepankan klarifikasi dari sumber resmi guna mencegah kepanikan.

“Pemerintah daerah akan terus hadir, sigap, dan transparan dalam memastikan keamanan serta menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: M. Rojai
Editor: Anandra

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses Sidang Kedua Digelar di Desa Gaga, DPRD Banten Serap Aspirasi Warga
Intan Ketok Palu: Perempuan Wajib Turun Gunung
Santunan Yatim JMSI, Bupati Tangerang: Pers Hadir untuk Masyarakat
Arahan Presiden Ditindaklanjuti, Bogor Gelar Gotong Royong Massal
Dari Otak-Otak ke Pasar Digital, Kampus dan Desa Sangiang Dorong UMKM Naik Kelas
Musrenbang RW/RT 2027 Neglasari Fokus Serap Aspirasi Warga
Warga Pakuhaji Desak Revisi Perbup Mobil Tanah, Jalan Rusak Jadi Sorotan
Pemdes Cangklong Gerak Cepat Atasi Genangan Air
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:56 WIB

Reses Sidang Kedua Digelar di Desa Gaga, DPRD Banten Serap Aspirasi Warga

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:08 WIB

Intan Ketok Palu: Perempuan Wajib Turun Gunung

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:13 WIB

Santunan Yatim JMSI, Bupati Tangerang: Pers Hadir untuk Masyarakat

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:59 WIB

Arahan Presiden Ditindaklanjuti, Bogor Gelar Gotong Royong Massal

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:01 WIB

Dari Otak-Otak ke Pasar Digital, Kampus dan Desa Sangiang Dorong UMKM Naik Kelas

Berita Terbaru

Daerah

Bayar Lancar, Air Mandek: Keluhan Warga Girian Menguat

Kamis, 5 Feb 2026 - 22:45 WIB

Verified by MonsterInsights