VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Aktual News – Serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, diduga kuat dilakukan secara terorganisir. Hal itu diungkapkan oleh eks penyidik Novel Baswedan yang menilai aksi tersebut sebagai kejahatan brutal yang tidak bisa ditoleransi.
Pernyataan itu disampaikan Novel dalam konferensi pers di kantor LBH Jakarta, belum lama ini.

Kasus ini langsung menyita perhatian publik setelah rekaman CCTV yang menampilkan wajah dua pelaku beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, kedua pelaku terlihat mengendarai sepeda motor, mendekati korban, lalu melancarkan serangan sebelum kabur dari lokasi.

Peristiwa terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di Jalan Salemba I, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Saat itu, Andrie Yunus tengah mengendarai sepeda motor sepulang dari aktivitasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanpa diduga, dua pria yang berboncengan datang dari arah berlawanan. Pelaku yang duduk di belakang kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban sebelum keduanya melarikan diri dengan cepat.

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah dan mata, dan saat ini harus menjalani perawatan medis intensif.

Kejadian ini memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan. Aktivis publik sekaligus Pemimpin Redaksi Mata Aktual News, Merry Witrayeni Mursal, menilai serangan tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman nyata terhadap kebebasan sipil.

“Serangan terhadap aktivis HAM adalah bentuk teror yang sangat berbahaya bagi demokrasi. Aparat penegak hukum harus segera mengungkap pelaku hingga aktor intelektual di baliknya. Jika tidak, ini akan menjadi preseden buruk bagi keselamatan para pembela hak asasi manusia di Indonesia,” tegas Merry. Minggu (15/3/2026).

Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu para pelaku. Publik pun mendesak agar kasus ini diusut tuntas, termasuk mengungkap motif serta pihak yang diduga berada di balik serangan terhadap aktivis yang dikenal vokal menyuarakan isu hak asasi manusia tersebut.

Reporter Amor
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar
PENGUMUMAN STOP PERS
Keluarga Besar Mata Aktual News Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Try Sutrisno
PENGUMUMAN STOP PERS
Tangcity Mall Fasilitasi Salat Tarawih Berjamaah, Pengunjung dan Tenant Sambut Positif
Digitalisasi dan Derasnya Arus Informasi, Peran Pers Kian Strategis
Pimpinan Redaksi Mata Aktual News Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026
Camat Teluknaga: Pers Pilar Informasi dan Pengawal Demokrasi
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:25 WIB

VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:18 WIB

Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:43 WIB

PENGUMUMAN STOP PERS

Senin, 2 Maret 2026 - 18:44 WIB

Keluarga Besar Mata Aktual News Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Try Sutrisno

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:45 WIB

PENGUMUMAN STOP PERS

Berita Terbaru

Sumatera Barat

MTs Muhammadiyah Kampung Tangah Semarakkan Ramadan dengan Lomba Religi

Minggu, 15 Mar 2026 - 19:14 WIB

Verified by MonsterInsights