RSUD Tebet Nyaris “Sesak Napas”! Wali Kota Turun, Aktivis Sentil: Jangan Sampai Rakyat Jadi Korban

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 02:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News– Tekanan terhadap layanan kesehatan di RSUD Tebet kian mengkhawatirkan. Lonjakan pasien yang terus terjadi setiap hari membuat fasilitas rumah sakit ini dinilai sudah berada di ambang batas kapasitas.

Situasi ini memaksa Wali Kota Jakarta Selatan, M Anwar, turun langsung ke lapangan pada Selasa (17/3/2026) untuk melihat kondisi riil pelayanan.

Data di lapangan menunjukkan, jumlah pasien rawat jalan mencapai 400 hingga 500 orang per hari. Angka tersebut belum termasuk pasien rawat inap, yang semakin memperparah kepadatan layanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan kondisi lahan yang terbatas, ini sangat mendesak. Kesehatan adalah kebutuhan pokok masyarakat yang harus diprioritaskan,” tegas Anwar.

Ia mengakui, kondisi RSUD Tebet saat ini sudah tidak lagi sebanding dengan beban pelayanan yang terus meningkat. Pemerintah Kota Jakarta Selatan pun berjanji akan mendorong langkah konkret berupa perluasan dan pengembangan fasilitas.

“Kami akan tindak lanjuti ke pimpinan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala RSUD Tebet, Juliet Pieter, secara terbuka menyuarakan keterbatasan yang dihadapi. Ia berharap adanya keputusan cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan renovasi besar.

“Kami berharap ada solusi nyata, karena kondisi lahan saat ini memang sudah sangat terbatas,” ucapnya.

Sorotan keras datang dari Aktivis Publik sekaligus Pimpinan Redaksi Mata Aktual News, Merry Witrayeni Mursal. Ia menilai, kondisi ini adalah “lampu merah” bagi pemerintah.

“Kalau rumah sakit sudah kewalahan, yang dipertaruhkan adalah nyawa manusia. Ini tidak boleh dianggap biasa. Pemerintah harus bergerak cepat, bukan reaktif setelah krisis terjadi,” tegas Merry. Rabu, (25/3/2026) .

Ia juga mengingatkan, lambannya penanganan persoalan fasilitas kesehatan bisa berdampak langsung pada menurunnya kualitas layanan hingga risiko keselamatan pasien.

Lonjakan pasien di RSUD Tebet kini menjadi alarm keras: tanpa langkah cepat dan tegas, pelayanan kesehatan publik berpotensi kolaps dan rakyatlah yang akan paling merasakan dampaknya.

(Amor)

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Festival! Budayantara Usung Misi Diplomasi Budaya dan Solidaritas Palestina
Proyek Kantor Pemulasaraan TPU Jaktim Disorot, PBG Dipertanyakan, K3 Jadi Catatan
Sembilan Lubang Galian Proyek Lampu TPU Jakarta Disorot, Keselamatan Warga Dipertanyakan
Puing Proyek Tembok TPU Kober Jadi Sorotan, PJLP DKI Dikerahkan Angkut Material
Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?
Kampanye GEMA HATI Digelar di Cipinang Besar Utara, Orang Tua Diajak Terapkan Disiplin Positif
PPID Kecamatan Jatinegara Buka Akses Informasi Publik, Warga Diminta Waspadai Hoaks
Tak Cuma Dikasih Bantuan, Disabilitas Harus Dikasih Kesempatan Kerja
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Bukan Sekadar Festival! Budayantara Usung Misi Diplomasi Budaya dan Solidaritas Palestina

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Proyek Kantor Pemulasaraan TPU Jaktim Disorot, PBG Dipertanyakan, K3 Jadi Catatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:32 WIB

Sembilan Lubang Galian Proyek Lampu TPU Jakarta Disorot, Keselamatan Warga Dipertanyakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Puing Proyek Tembok TPU Kober Jadi Sorotan, PJLP DKI Dikerahkan Angkut Material

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Gubernur Pramono Meradang, PMI DKI Jakarta Tarik Duit Ke ASN?

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights