Home / TNI

Kasus Penganiayaan di Melonguane, TNI AL Minta Maaf dan Tahan Oknum

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 00:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melonguane | Mata Aktual News —
TNI Angkatan Laut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan keluarga korban menyusul kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum anggota TNI AL di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Pimpinan TNI AL memastikan oknum yang terlibat telah ditahan dan diproses hukum oleh Polisi Militer.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 23.30 WITA di kawasan Pelabuhan Umum Melonguane. Peristiwa itu diduga berawal dari kesalahpahaman yang berujung keributan fisik antara lima oknum anggota TNI AL dengan seorang warga setempat, hingga menyebabkan korban mengalami luka-luka.

Komandan Komando Daerah TNI AL (Dankodaeral) VIII Manado, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa institusinya tidak akan melindungi anggota yang melakukan pelanggaran hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar telah terjadi peristiwa keributan fisik yang diduga dipengaruhi konsumsi minuman keras. TNI AL tidak mentolerir tindakan tersebut, dan seluruh oknum yang terlibat telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” ujar Laksda TNI Dery saat konferensi pers di Makodaeral VIII Manado, Sabtu (24/1/2026).

Pasca kejadian, situasi di Melonguane sempat memanas. Sejumlah warga mendatangi Markas Lanal Melonguane untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut keadilan. Aparat gabungan TNI dan Polri kemudian dikerahkan guna mengamankan kondisi dan mencegah potensi konflik lanjutan.

Pihak Kodaeral VIII Manado memastikan kondisi keamanan di wilayah Melonguane kini telah kembali kondusif.

Sebagai bentuk tanggung jawab institusi, Lanal Melonguane menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas insiden yang terjadi.

Selain proses hukum yang tetap berjalan, Komandan Lanal Melonguane juga menyerahkan bantuan biaya pengobatan serta tali asih kepada korban. Koordinasi dan mediasi dilakukan bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat guna menjaga stabilitas dan ketertiban di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada mekanisme hukum yang berlaku,” pungkas Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla.

Reporter: M. Aditya Prayuda
Editor: Akmal Aoulia

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jenazah Prajurit Marinir Korban Longsor di Bandung Barat Dimakamkan di Gorontalo
Satrol Kodaeral VIII Manado Gelar Sertijab Komandan KRI Kakap-811
Negara Tak Cuma Nonton, Babinsa Evakuasi Warga Bidara Cina
Aksi Sigap Babinsa Selamatkan Warga Stroke saat Banjir
Dankodaeral VIII Kunjungi Korban Pemukulan di RS Kandou Manado
Marinir dan POLA Bitung Satukan Langkah Jaga Kondusivitas
Satgas Kodim 0506 Turun Tangan, Sampah Pasca Banjir Periuk Diangkut
Pomdam Jaya Gelar Sosialisasi Ops Gaktib dan Yustisi 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:57 WIB

Jenazah Prajurit Marinir Korban Longsor di Bandung Barat Dimakamkan di Gorontalo

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:04 WIB

Satrol Kodaeral VIII Manado Gelar Sertijab Komandan KRI Kakap-811

Sabtu, 31 Januari 2026 - 01:23 WIB

Negara Tak Cuma Nonton, Babinsa Evakuasi Warga Bidara Cina

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:32 WIB

Aksi Sigap Babinsa Selamatkan Warga Stroke saat Banjir

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:47 WIB

Dankodaeral VIII Kunjungi Korban Pemukulan di RS Kandou Manado

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kades Pondok Jaya Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026

Sabtu, 31 Jan 2026 - 23:01 WIB

Pemerintahan

Rekan Indonesia Dukung Target 90 Persen Cakupan Air Bersih Jakarta

Sabtu, 31 Jan 2026 - 20:32 WIB

Verified by MonsterInsights