Jakarta | Mata Aktual News — Dalam rangka memperingati Hari Penanaman Pohon Sedunia yang jatuh pada 21 November 2025, organisasi pecinta lingkungan Himpunan Rakyat Mandiri (HIRAM) akan melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kawasan Jalan Pluit Permai, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, tepatnya di bawah kolong Tol Pluit.
Ketua Umum HIRAM, Daeng Iding, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya memperindah ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan.

“Tujuan kami mengadakan kegiatan ini sebagai bentuk rasa cinta terhadap lingkungan dan untuk memperindah kawasan sekitar melalui penghijauan,” ujar Daeng kepada wartawan di lokasi, Minggu (19/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Daeng menjelaskan, ide penanaman pohon muncul ketika dirinya beberapa bulan lalu melintas di kawasan kolong tol dan melihat lahan kosong yang kurang terawat. Melihat kondisi tersebut, ia tergerak untuk melakukan aksi nyata demi kelestarian lingkungan.
“Lahan ini milik Pemprov DKI. Sayang jika dibiarkan tidak terawat. Apalagi, di Jakarta banyak lahan kosong yang akhirnya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Kegiatan penanaman pohon ini akan melibatkan relawan HIRAM, serta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak swasta, termasuk PT kahaptex yang selama ini dikenal aktif mendukung kegiatan pelestarian lingkungan. Area yang akan dihijaukan membentang sepanjang 300 meter di bawah kolong tol.
“Kami akan menurunkan relawan HIRAM dan berkoordinasi dengan Pemprov DKI serta pihak swasta untuk memastikan kegiatan ini berjalan baik,” kata Daeng menambahkan.
Sementara itu, Helmi (50), petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang telah enam tahun bertugas menjaga Pompa Jupiter di lokasi tersebut, menyambut positif rencana kegiatan HIRAM.
“Senang sekali mendengar akan ada penanaman pohon di kolong tol Pluit ini. Sudah lama saya berharap ada yang peduli dengan lingkungan di sini,” ujar Helmi.
Helmi mengakui, selama bertugas ia kerap berhadapan dengan warga sekitar yang ingin memanfaatkan lahan di bawah kolong tol untuk kepentingan pribadi. Namun, dengan pendekatan yang baik, masyarakat akhirnya memahami bahwa lahan tersebut harus dijaga bersama.
“Saya sudah sering menghadapi warga yang ingin memakai lahan ini, tapi setelah dijelaskan dengan baik, mereka mengerti. Bagaimanapun, saya diberi tanggung jawab oleh Pemprov DKI untuk menjaga area ini,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, HIRAM berharap semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan ikut berkontribusi dalam penghijauan kota Jakarta.







