JAKARTA, Mata Aktual News — Kembali ke masyarakat bukan perkara mudah. Mental harus kuat, emosi mesti terkendali, dan masa depan harus ditata ulang. Inilah yang menjadi perhatian Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Timur/Utara dengan menggembleng 25 klien pemasyarakatan melalui pelatihan Emotional and Spiritual Quotient (ESQ).
Pelatihan selama dua hari, Rabu hingga Kamis (14–15 Oktober 2026), di Aula Lantai 2 Bapas Kelas I Jakarta Timur/Utara ini menghadirkan Irvan Suryaningrat sebagai narasumber utama.

Lewat program tersebut, para peserta dibekali motivasi pengembangan diri, penguatan mental spiritual, teknik mengelola emosi, serta dorongan untuk membangun optimisme dalam menatap kehidupan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jangan sampai kembali ke masyarakat hanya secara fisik, tetapi belum siap secara mental. Semangat inilah yang menjadi salah satu poin penting dalam pembimbingan kepribadian untuk mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

Selama pelatihan, peserta didorong membangun rasa percaya diri, menumbuhkan empati, serta memperkuat kesadaran untuk memperbaiki diri. Perubahan pola pikir dan kemampuan mengendalikan emosi diharapkan menjadi bekal menghadapi tantangan ketika kembali berbaur dengan lingkungan sosial.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Sebanyak 25 peserta mengikuti rangkaian materi dengan antusias, mulai dari pengembangan potensi diri hingga pembentukan sikap optimistis dalam merancang masa depan.
Bapas Kelas I Jakarta Timur/Utara terus mendorong pembimbingan kepribadian yang berkesinambungan. Upaya ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi turut memperkuat kesiapan klien untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Sebab, tantangan sesungguhnya bukan hanya meninggalkan masa lalu, melainkan membuktikan bahwa perubahan bisa diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan komitmen menjalani kehidupan secara positif.
Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi








