Bogor | Mata Aktual News — Dalam upaya memperkuat rasa persatuan dan memperdalam pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bekerja sama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Mu’minin menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Bogor. September 4/Oktober 9/Oktober 27/28/2025 , Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali jati diri bangsa di tengah tantangan global dan arus disrupsi informasi yang semakin masif.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber menekankan pentingnya pemahaman yang utuh dan mendalam terhadap Empat Pilar Kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Mereka menilai, derasnya arus informasi tanpa batas (borderless society) membawa berbagai ideologi baru yang tak selalu sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
“Pemahaman terhadap Empat Pilar bukan sekadar formalitas, tetapi benteng ideologis yang menjaga agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh paham yang dapat memecah belah bangsa,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu
Pancasila disebut sebagai jati diri bangsa yang harus dihidupkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penegasan bahwa Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi diamalkan dalam keseharian, menjadi pesan utama dalam forum tersebut.
UUD 1945 dan NKRI Sebagai Fondasi Negara
Selain itu, pemahaman terhadap Undang-Undang Dasar 1945 juga ditekankan sebagai landasan konstitusional dalam sistem pemerintahan dan hak warga negara. Pesan penting yang mengemuka adalah bahwa keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar, dan menjadi tanggung jawab seluruh warga negara untuk menjaganya dari segala ancaman.
Bhinneka Tunggal Ika: Kekuatan dalam Keberagaman
Para peserta juga diajak untuk kembali meneguhkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, semboyan yang mencerminkan kekuatan Indonesia dalam keberagaman. Toleransi, saling menghormati, dan gotong royong disebut sebagai modal utama bangsa dalam menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan.
Kegiatan yang dihadiri oleh jamaah masjid dan masyarakat sekitar ini berlangsung interaktif. Peserta tak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran bersama untuk terus menjaga semangat kebangsaan, agar nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar salah satu pengurus DKM Baitul Mu’minin.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan. Dengan pemahaman yang kuat, masyarakat diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang cerdas, kritis, berintegritas, dan memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi.
Penulis: Alex
Editor: Anandra
Redaksi: Mata Aktual News — Tajam, Profesional, Terpercaya






