Jakarta, Mata Aktual News — Nuansa Betawi begitu terasa di RW 07 Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (26/10/2025). Warga tumpah ruah memeriahkan Festival Budaya Betawi yang digelar dalam rangka HUT Karang Taruna ke-65 sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Ketua Karang Taruna RW 07, Udin, mengatakan bahwa festival ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sosial yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Sebelum acara puncak ini, kami sudah melakukan kegiatan sosial seperti bank sampah, pasar gratis, pemeriksaan kesehatan lansia, taman baca, dan kerja bakti bersama warga,” ujar Udin kepada mataaktualnews.com di lokasi acara, Jalan Pahlawan 6 Sukabumi Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Festival menghadirkan beragam seni khas Betawi seperti pencak silat, marawis, hadroh, musik band, dan lenong Betawi. Pencak silat dibina langsung oleh guru Amat dan Bang Sohuur, sedangkan tim tari berasal dari warga RW 07.
“Untuk marawis, kami bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Jakarta Barat. Mereka mengirimkan tim marawis untuk tampil di sini, juga dari sanggar Perguruan Pencak Silat Macam Beksi,” jelas Udin.
Meski area acara terbatas, antusiasme masyarakat begitu besar.
“Karena lokasi tidak terlalu luas, pengunjung membludak. Semoga ke depan bisa digelar di tempat yang lebih besar agar semua warga bisa menikmati,” harapnya.
Kemeriahan festival turut dihadiri berbagai tokoh, di antaranya Camat Kebon Jeruk Joko Suparno, Ketua Karang Taruna DKI Jakarta Akmal Budi Yulianto, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat Joko Mulyono, Anggota DPRD DKI Jakarta Dapil 10 Uwis Elqoroni, serta Staf Khusus Bidang Kepemudaan dan Olahraga Diky Soemarno.
Dalam sambutannya, Diky Soemarno mengapresiasi semangat kebersamaan warga Sukabumi Selatan dan kekuatan budaya Betawi dalam menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat urban.
“Merupakan kehormatan bagi saya bisa hadir di tengah masyarakat Sukabumi Selatan RW 07. Jakarta Barat selalu menunjukkan karakter guyub dan kompak dalam setiap kegiatan,” ungkapnya.
Diky juga menilai kekuyuban masyarakat Betawi merupakan kekayaan sosial yang perlu terus dijaga.
“Budaya Betawi bukan hanya warisan, tapi gaya hidup yang penuh nilai gotong royong dan kebersamaan. Karang Taruna menjadi motor yang menjaga semangat itu agar Jakarta tetap aman dan nyaman,” pungkasnya.
Sebagai penutup, momentum ini menjadi pengingat pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya lokal di tengah modernisasi. Melalui wadah seperti Karang Taruna, nilai-nilai luhur Betawi seperti guyub, hormat, dan gotong royong dapat diwariskan lintas generasi. Budaya bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan hidup yang mempererat persaudaraan di tengah keberagaman Jakarta.
Reporter: Ryan Rinaldi
Editor: Merry Witrayeni Mursal
Redaksi: Mata Aktual News — Aktual, Tajam, Terpercaya







