Tangerang – Tim investigasi Mata Aktual News menemukan adanya aktivitas mencurigakan di sejumlah gudang di wilayah Tangerang yang diduga menjadi pusat peredaran produk impor ilegal asal Cina. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap dampaknya bagi perekonomian nasional dan keberlangsungan produk-produk dalam negeri.
Investigasi yang dilakukan pada Selasa, 14 Oktober 2025, mengarah pada area pergudangan di Desa Gaga, Kiara Payung, yang diketahui menampung sejumlah gudang dengan aktivitas tertutup. Di antara lokasi yang menjadi sorotan, terdapat gudang bernomor 9B, 9C, dan 9F yang diduga kuat menyimpan produk kosmetik dan elektronik tanpa izin edar resmi.

Seorang pengelola gudang berinisial S (Steven) yang ditemui di lokasi, mengaku hanya menjalankan tugas logistik seperti menerima dan mengirim barang sesuai instruksi dari pemilik gudang. Ia menyatakan tidak mengetahui status legalitas barang-barang yang keluar masuk dari tempat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya hanya menjalankan perintah kerja. Soal izin atau dokumen barang, saya tidak tahu,” ujar Steven kepada Mata Aktual News.
Dari hasil penelusuran sementara, sejumlah produk yang ditemukan tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Kondisi tersebut mengindikasikan adanya dugaan kuat bahwa barang-barang tersebut masuk ke Indonesia tanpa melalui prosedur resmi bea dan cukai.
Kegiatan di area gudang juga tampak dijaga ketat, dengan pintu yang selalu tertutup rapat dan sistem keamanan berlapis. Situasi ini menimbulkan dugaan bahwa aktivitas pergudangan sengaja dibuat tertutup untuk menghindari pengawasan aparat.
Seorang sumber di lingkungan bea dan cukai, yang enggan disebutkan namanya, mengingatkan bahwa praktik impor ilegal semacam ini berpotensi merugikan negara dari sisi penerimaan pajak dan melemahkan daya saing industri nasional.
“Produk ilegal yang tidak membayar pajak tentu merusak ekosistem usaha yang sehat. Jika terus dibiarkan, industri dalam negeri akan makin sulit bersaing,” ujarnya.
Temuan ini diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum serta instansi terkait. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting untuk menutup celah peredaran produk ilegal, sekaligus melindungi pelaku usaha lokal yang taat aturan.
Mata Aktual News akan terus melakukan penelusuran lanjutan terkait dugaan jaringan impor ilegal ini, termasuk upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait seperti Bea Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta BPOM, guna memastikan kejelasan dan keseimbangan pemberitaan.







