Gudang Produk Ilegal Asal Cina Diduga Marak di Tangerang, Ancaman Serius bagi Industri Lokal

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang – Tim investigasi Mata Aktual News menemukan adanya aktivitas mencurigakan di sejumlah gudang di wilayah Tangerang yang diduga menjadi pusat peredaran produk impor ilegal asal Cina. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap dampaknya bagi perekonomian nasional dan keberlangsungan produk-produk dalam negeri.

Investigasi yang dilakukan pada Selasa, 14 Oktober 2025, mengarah pada area pergudangan di Desa Gaga, Kiara Payung, yang diketahui menampung sejumlah gudang dengan aktivitas tertutup. Di antara lokasi yang menjadi sorotan, terdapat gudang bernomor 9B, 9C, dan 9F yang diduga kuat menyimpan produk kosmetik dan elektronik tanpa izin edar resmi.

Seorang pengelola gudang berinisial S (Steven) yang ditemui di lokasi, mengaku hanya menjalankan tugas logistik seperti menerima dan mengirim barang sesuai instruksi dari pemilik gudang. Ia menyatakan tidak mengetahui status legalitas barang-barang yang keluar masuk dari tempat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya hanya menjalankan perintah kerja. Soal izin atau dokumen barang, saya tidak tahu,” ujar Steven kepada Mata Aktual News.

Dari hasil penelusuran sementara, sejumlah produk yang ditemukan tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Kondisi tersebut mengindikasikan adanya dugaan kuat bahwa barang-barang tersebut masuk ke Indonesia tanpa melalui prosedur resmi bea dan cukai.

Kegiatan di area gudang juga tampak dijaga ketat, dengan pintu yang selalu tertutup rapat dan sistem keamanan berlapis. Situasi ini menimbulkan dugaan bahwa aktivitas pergudangan sengaja dibuat tertutup untuk menghindari pengawasan aparat.

Seorang sumber di lingkungan bea dan cukai, yang enggan disebutkan namanya, mengingatkan bahwa praktik impor ilegal semacam ini berpotensi merugikan negara dari sisi penerimaan pajak dan melemahkan daya saing industri nasional.

“Produk ilegal yang tidak membayar pajak tentu merusak ekosistem usaha yang sehat. Jika terus dibiarkan, industri dalam negeri akan makin sulit bersaing,” ujarnya.

Temuan ini diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum serta instansi terkait. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting untuk menutup celah peredaran produk ilegal, sekaligus melindungi pelaku usaha lokal yang taat aturan.

Mata Aktual News akan terus melakukan penelusuran lanjutan terkait dugaan jaringan impor ilegal ini, termasuk upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait seperti Bea Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta BPOM, guna memastikan kejelasan dan keseimbangan pemberitaan.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMA Product, Dari Motor Harian hingga Hobi Modifikasi: Aksesori Berkualitas dengan Harga Bersahabat
Empat Jagoan Baru Respiro Hadir Di IMHAX 2026 Jakarta, Tampil Ekslusif, Elegan Dan Berkarakter
Legenda Durian Engkong Jonggol, Dari Bogor Timur Menembus Penjuru Jawa Barat
Peleburan Aluminium di Desa Jadi Sorotan, Pemilik Klaim Berizin, Kades Membantah
Rover Outdoor Indonesia, Gebrak Pasar Outdoor Lewat Jalur Gerakan Pramuka
GOZIMA Stage G2 Hadir dengan Teknologi Terbaru, Redam Guncangan dan Tingkatkan Performa
Sate Kambing Putri Hanjawar Juara Cibubur, Cabang Ketiga Setelah Bogor Dan Jakarta
Pempek Kara Sajikan Warisan Kuliner Sumatra Selatan, Gratis Ongkir Boss
Berita ini 326 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 08:42 WIB

GMA Product, Dari Motor Harian hingga Hobi Modifikasi: Aksesori Berkualitas dengan Harga Bersahabat

Minggu, 6 September 2026 - 20:37 WIB

Empat Jagoan Baru Respiro Hadir Di IMHAX 2026 Jakarta, Tampil Ekslusif, Elegan Dan Berkarakter

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Legenda Durian Engkong Jonggol, Dari Bogor Timur Menembus Penjuru Jawa Barat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Peleburan Aluminium di Desa Jadi Sorotan, Pemilik Klaim Berizin, Kades Membantah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Rover Outdoor Indonesia, Gebrak Pasar Outdoor Lewat Jalur Gerakan Pramuka

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights