Lubuk Basung, Mata Aktual News – Kasus dugaan keracunan makanan di wilayah Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus meluas. Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mencatat sedikitnya 12 sekolah terdampak, dengan jumlah korban mencapai puluhan orang terdiri dari siswa, guru, hingga anggota keluarga.

Hingga Kamis (2/10/2025), laporan resmi menyebutkan rincian korban sebagai berikut:
SDN 22: 2 siswa
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
SDN 09: 3 siswa
TK Humaira: 5 siswa
SD Muhammadiyah Kampung Tangah: 3 guru, 2 anak guru, 2 siswa
SDN 56 Sikabu: 15 siswa (data sementara)
SDN 20: 1 siswa, 1 guru
SDN 49: 7 siswa
SDN 04 Sikabu: 1 siswa dan 2 anggota keluarga siswa (karena makanan dibawa pulang)
SDM Batu Hampar: 1 guru dan 3 siswa (1 dirawat di RSUD, 1 di Puskesmas Manggopoh, sisanya di rumah)
SDN 62: 3 siswa, 1 guru
MTsM Kampung Tangah: 1 siswa
SDN 18 Balai Satu: 3 siswa
Dengan demikian, jumlah korban yang terdata sementara dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan mencapai lebih dari 50 orang, dan diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses pendataan lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam menegaskan bahwa pihaknya bersama tim medis telah melakukan pengambilan sampel makanan dan cairan lambung korban untuk diuji di laboratorium. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium agar penyebab keracunan ini bisa dipastikan. Saat ini penanganan darurat terus dilakukan di rumah sakit maupun puskesmas,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga telah membuka posko pengaduan serta pemantauan di beberapa titik untuk menampung laporan masyarakat. Warga diminta segera membawa anggota keluarga yang menunjukkan gejala keracunan seperti mual, muntah, atau pusing ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius, mengingat mayoritas korban adalah anak-anak sekolah. Pemerintah Kabupaten Agam bersama aparat terkait berkomitmen melakukan langkah cepat, termasuk melacak sumber makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan massal.






