
Jakarta, 25 September 2025 – Jaringan Solidaritas Korban Untuk Keadilan (JSKK) kembali menggelar Aksi Damai ke-879 di seberang Istana Negara, Taman Pandang, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025).
Aksi yang dipimpin oleh Ibu Sumarsih, ibunda korban Tragedi Semanggi I, diikuti sekitar 80 peserta dan berlangsung sejak pukul 15.10 hingga 17.40 WIB. Jalannya aksi terpantau berlangsung tertib dan kondusif.
Peserta aksi membawa spanduk, foto korban, serta payung hitam dengan tulisan tuntutan penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu. Mereka menuntut negara menuntaskan kasus Tragedi Semanggi, Tragedi Mei 1998, Tanjung Priok, hingga kasus di Aceh, serta menghentikan praktik kekerasan terhadap warga sipil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah tokoh turut menyampaikan refleksi, di antaranya Wisnu dari KB-UI, Eman sahabat mendiang Yun Hap, Cho Yong Gi korban kekerasan May Day 2025, keluarga Del Piedro, serta perwakilan media Konde.Co. Dalam testimoninya, mereka mengingatkan agar kasus pelanggaran HAM tidak dilupakan dan mendesak pemerintah untuk menegakkan keadilan.
“Yun Hap bukan aktivis, dia mahasiswa biasa yang peduli. Namun dia ditembak negara pada 24 September 1999. Kami berdiri di sini agar tidak ada lagi peluru yang dibeli dengan pajak rakyat digunakan untuk membunuh rakyat,” kata Wisnu, sahabat almarhum Yun Hap.
Sekitar pukul 15.30 WIB, massa memulai aksi dengan yel-yel “Hidup Korban, Jangan Diam, Lawan Impunitas”. Acara dilanjutkan dengan doa bersama, refleksi, dan ditutup dengan foto bersama sebelum aksi berakhir pada pukul 17.30 WIB.
Aksi Damai Kamisan ke-879 ini kembali menjadi pengingat bahwa perjuangan keluarga korban pelanggaran HAM beserta pendukungnya masih terus berlanjut. Hingga kini, tuntutan penegakan hukum dan penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu masih menjadi perhatian publik.







