KAMBOJA, Mata Aktual News — Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81, Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) menyerukan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan ASEAN.
Seruan tersebut disampaikan Ketua Umum PP AMPG, Datuk H. Said Aldi Al Idrus, SE., MM., bersama jajaran pengurus saat menghadiri Forum Pemuda ASEAN di Kerajaan Kamboja, Senin (5/10/2026).
Forum tersebut mempertemukan jejaring pemuda lintas negara di kawasan Asia, mulai dari kalangan pemuda kepartaian, Pemuda Masjid Dunia, hingga jejaring pemuda di bidang ekonomi dan budaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum itu, PP AMPG menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas kawasan merupakan salah satu fondasi penting bagi terciptanya kerja sama serta pertumbuhan ekonomi antarnegara ASEAN.
Said menyebut, hubungan Indonesia dan Kamboja memiliki catatan sejarah yang panjang. Menurutnya, Indonesia turut memiliki peran dalam hubungan dan kerja sama dengan Kamboja, termasuk dalam bidang pendidikan dan militer.
“Kerajaan Kamboja adalah negara berbentuk monarki konstitusional di Asia Tenggara, penerus Kekaisaran Khmer yang pernah menguasai Semenanjung Indochina pada abad 11-14. Sejarah mencatat, menjelang kemerdekaannya, Indonesia banyak membantu Kamboja,” ujar Said.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah buku taktik perang karya perwira militer Indonesia pernah digunakan dalam pendidikan militer Kamboja.
Dalam suasana peringatan HUT TNI ke-81, Said mengajak para pemuda di kawasan ASEAN untuk terus membangun budaya dialog dan perdamaian.
“Kita harus membumikan kalimat perdamaian di negara masing-masing, agar kita semua bisa merasakan stabilitas ekonomi yang baik antarnegara. Inilah esensi dari TNI yang kuat, rakyat yang bersatu, dan ASEAN yang damai,” tegasnya.
Menurut Said, forum pemuda tersebut juga memberikan manfaat strategis bagi PP AMPG, terutama dalam memperluas jejaring persahabatan, kerja sama ekonomi, serta pertukaran pengetahuan antarnegara.
“Kita mendapat sahabat baru, mendapat jejaring bisnis, dan yang terpenting kita mendapat ilmu dunia untuk kebaikan di akhirat. Sebab kita yakini, semakin banyak kita bersilaturahmi, semakin banyak sahabat, semakin banyak pula kebaikan. Insya Allah. Amin,” tutup Said.
Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi








