GARUT, Mata Aktual News — Di tengah pekerjaan revitalisasi gedung pendidikan, pemandangan memprihatinkan justru terlihat di halaman Kelompok Belajar (KB) Asy-Syuaro, Kampung Carakan RT 05/RW 01, Desa Padamukya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Bendera Merah Putih yang berkibar di halaman sekolah tampak dalam kondisi lusuh, kusam, dan robek. Kondisi tersebut terpantau saat awak media Mata Aktual News melakukan pemantauan pada Kamis (1/10/2026).
Pemandangan itu menjadi ironi. Di satu sisi, fasilitas fisik sekolah tengah mendapatkan pembenahan melalui program revitalisasi. Namun di sisi lain, simbol negara yang berkibar di lingkungan pendidikan justru terlihat dalam kondisi yang memerlukan perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi lingkungan sekolah, Bendera Merah Putih bukan sekadar perlengkapan upacara. Keberadaannya berkaitan erat dengan pendidikan karakter dan penanaman nilai kebangsaan kepada peserta didik.
Selain kondisi bendera, pelaksanaan revitalisasi gedung KB Asy-Syuaro juga menyisakan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi. Saat dilakukan pemantauan, papan informasi proyek tidak terlihat terpasang di lokasi.
Papan informasi proyek pada prinsipnya menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung, termasuk sumber anggaran, nilai pekerjaan, waktu pelaksanaan, dan pihak pelaksana sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp mengenai papan proyek tersebut, Kepala KB Asy-Syuaro, Uum, menjelaskan bahwa papan informasi sebenarnya pernah dipasang.
“Awalnya papan proyek dipasang, namun karena terhalang meja, papan proyeknya dicopot dan belum dipasang lagi,” ujar Uum.
Sementara mengenai kondisi Bendera Merah Putih yang terlihat robek dan lusuh, Uum mengatakan bendera tersebut sebenarnya masih baru.
“Bendera itu sebenarnya masih baru, baru satu bulan. Cuma karena angin dan tiangnya dari besi, makanya bendera cepat rusak. Secepatnya akan saya ganti,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan pihak sekolah atas kondisi bendera yang ditemukan di lapangan. Namun, secara kasatmata, kerusakan pada bendera tetap menjadi perhatian karena berada di lingkungan lembaga pendidikan.
Terlepas dari penyebab kerusakan, pemeliharaan Bendera Merah Putih semestinya menjadi bagian dari perhatian pengelola sekolah. Apalagi sekolah merupakan tempat peserta didik mendapatkan pendidikan, termasuk mengenai penghormatan terhadap simbol negara.
Revitalisasi gedung tentu penting untuk menunjang kenyamanan dan kelayakan proses belajar mengajar. Namun, pembangunan fisik idealnya berjalan beriringan dengan penataan lingkungan sekolah, pemeliharaan fasilitas, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Kini, pihak sekolah menyatakan akan segera mengganti bendera yang rusak. Sementara papan informasi proyek yang sebelumnya dicopot juga diharapkan kembali dipasang agar masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai pekerjaan revitalisasi tersebut.
Revitalisasi bukan semata soal bangunan baru. Di balik pembangunan fisik, terdapat tanggung jawab untuk memastikan lingkungan pendidikan tetap tertib, terawat, transparan, dan mencerminkan nilai-nilai kebangsaan.
Reporter: YAN SB
Editor: Redaksi








