BBM Subsidi Diduga “Disedot” Berulang di Teluknaga, Warga Gerah: Antrean Panjang, Pertalite Masuk Galon

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, Mata Aktual News — Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi kembali mencuat. Aktivitas pengisian Pertalite secara berulang di sejumlah SPBU wilayah Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, disorot warga.

Pantauan awak media pada Selasa (15/9/2026) menemukan adanya aktivitas pengisian BBM yang dilakukan berulang oleh sejumlah pengendara. Setelah pengisian, BBM yang diduga berasal dari tangki kendaraan kemudian dipindahkan menggunakan selang ke wadah berupa jeriken maupun galon air mineral.

Aktivitas tersebut terpantau di sekitar SPBU kawasan Jalan Kampung Melayu Timur dengan kode SPBU 34.15516 serta di SPBU wilayah Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di salah satu lokasi, aktivitas pemindahan BBM bahkan disebut berlangsung tidak jauh dari SPBU. Salah satu titik yang dipantau berada di kawasan basecamp Desa Kampung Melayu Timur, sekitar 100 meter dari lokasi SPBU.

Sejumlah warga mengaku resah dengan aktivitas pengisian berulang tersebut. Pasalnya, praktik semacam itu dikhawatirkan ikut memperpanjang antrean dan mengurangi kesempatan masyarakat mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Seorang warga di salah satu SPBU mengaku pernah melihat sepeda motor Honda PCX melakukan pengisian Pertalite dengan nominal yang menurutnya tidak lazim.

“Saya kaget saat melihat angka di display dispenser sampai Rp200 ribu. Setahu saya kapasitas tangki PCX tidak sebesar itu,” ujar warga tersebut.

Namun, informasi mengenai nominal transaksi dan kapasitas tangki kendaraan tersebut masih perlu diverifikasi melalui data transaksi SPBU serta keterangan resmi pihak terkait.

Pertalite Diduga Dipindahkan ke Galon

Temuan serupa terlihat di wilayah Desa Pangkalan. Awak media mendapati seseorang yang diduga melakukan pengisian BBM berulang, kemudian memindahkan bahan bakar dari tangki sepeda motor ke dalam galon air mineral menggunakan selang.

Jika BBM bersubsidi tersebut terbukti ditimbun atau diperjualbelikan kembali tanpa dasar hukum yang sah, praktik tersebut tentu perlu ditindaklanjuti oleh pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, status hukum aktivitas tersebut tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan pantauan lapangan. Diperlukan pemeriksaan terhadap transaksi, volume pembelian, identitas pengguna, tujuan penggunaan BBM, serta kemungkinan adanya penjualan kembali.

Salah seorang pengawas SPBU di wilayah Desa Pangkalan membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan dan memberikan teguran terhadap pihak yang diduga melakukan pengisian secara berulang.

“Kami sudah berusaha melakukan pelarangan dan menegur pelaku yang melakukan pengisian berulang. Tetapi yang terjadi justru sempat menimbulkan keributan di antrean,” ujarnya.

Menurutnya, pihak SPBU juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pihak terkait untuk membantu melakukan penertiban.

“Kami juga sudah berupaya berkoordinasi dengan APH setempat untuk membantu menertibkan persoalan BBM bersubsidi ini. Namun sampai sekarang dampaknya belum signifikan. Kami masih menerima laporan dari berbagai kalangan,” katanya.

Panjang dan lamanya antrean BBM bersubsidi menjadi keluhan tersendiri bagi masyarakat.

Warga berharap pengawasan distribusi BBM bersubsidi diperketat. Mereka meminta jangan sampai BBM yang semestinya dapat diakses masyarakat justru diserap secara berulang untuk kepentingan tertentu.

Masyarakat juga mendorong adanya sinergi antara pengelola SPBU, Pertamina, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.

Temuan lapangan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pihak berwenang untuk melakukan verifikasi secara menyeluruh, termasuk menelusuri pola transaksi pengisian, frekuensi pembelian, penggunaan wadah penampungan, hingga kemungkinan adanya pembelian dan penjualan kembali BBM.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun aparat penegak hukum terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di lokasi tersebut.

Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait tetap diperlukan untuk memastikan fakta secara utuh, sekaligus memberikan ruang hak jawab dan informasi yang berimbang.

Reporter: Dian Pramudja
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PASPOR GANDA ANAK DISOROT! Kuasa Hukum Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Penyidik
GAS MELON DITURUNKAN DI BAHU JALAN, AGEN DI GARUT DISOROT!
Kuasa Hukum OLH Minta Kapolda Metro Jaya Turun Tangan, Persoalkan Penanganan Tiga Laporan
13 Kendaraan Diamankan dalam Kasus Solar Subsidi, TNI AD-TNI AL Turun Tangan, Publik Menunggu Jawaban!
Bukan Cuma Bebas, Mental Harus Kuat! Bapas Jaktim/Utara Gembleng 25 Klien Lewat Pelatihan ESQ
Peredaran Obat Keras di Jakarta Barat Disorot, Dugaan COD di WC Umum Mencuat
Bea Cukai Bongkar Peredaran Rokok Ilegal, 10,78 Juta Batang Diamankan
Peredaran Obat Keras di Jakarta Barat Disorot, Polisi Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:38 WIB

PASPOR GANDA ANAK DISOROT! Kuasa Hukum Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Penyidik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:06 WIB

GAS MELON DITURUNKAN DI BAHU JALAN, AGEN DI GARUT DISOROT!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kuasa Hukum OLH Minta Kapolda Metro Jaya Turun Tangan, Persoalkan Penanganan Tiga Laporan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:17 WIB

13 Kendaraan Diamankan dalam Kasus Solar Subsidi, TNI AD-TNI AL Turun Tangan, Publik Menunggu Jawaban!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Bukan Cuma Bebas, Mental Harus Kuat! Bapas Jaktim/Utara Gembleng 25 Klien Lewat Pelatihan ESQ

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights