BANDUNG, Mata Aktual News – Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai kunci dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Hal itu disampaikannya saat pengukuhan Gerakan MUSTIKA MESEM (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem) di Aula Kantor Bupati Bandung Barat, Selasa (21/7/2026).

Menurut Khofifah, pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, perempuan harus diberikan ruang dan kesempatan untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Gerakan MUSTIKA MESEM merupakan inisiatif PP Muslimat NU yang berkolaborasi dengan PT Paragon Corp melalui Wardah Kosmetik. Program ini dirancang untuk memperkuat peran perempuan dalam mengatasi kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan budaya gotong royong dan kepedulian sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PP Muslimat NU, Dra. Hj. Arifah Choirie Fauzi, M.Si., mengatakan bahwa MUSTIKA MESEM bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan gerakan pemberdayaan yang mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.
“Program ini adalah bentuk khidmah Muslimat NU kepada umat. Kami ingin kader Muslimat menjadi pelopor perubahan yang mampu menguatkan keluarga, membantu sesama, dan berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Program, Hj. Asna Nelly Wahid, menjelaskan bahwa MUSTIKA MESEM mengintegrasikan berbagai kegiatan, mulai dari penguatan ekonomi keluarga, edukasi perempuan, kepedulian terhadap pondok pesantren, hingga kampanye hidup sehat dan pelestarian lingkungan.
Kegiatan sosialisasi diikuti sekitar 70 kader Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU. Selain pengukuhan Ibu MUSTIKA MESEM, peserta juga mendapatkan pemaparan petunjuk teknis pelaksanaan program, penguatan kapasitas kader, serta edukasi penggunaan produk kosmetik Wardah yang aman, halal, dan berkualitas.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ditutup dengan bakti sosial berupa penyaluran bantuan kepada pondok pesantren, santri, ustaz, dan para pengasuh pesantren. Para peserta juga melakukan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta mengikuti edukasi kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kampanye hidup sehat.
Melalui Gerakan MUSTIKA MESEM, PP Muslimat NU berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi di lingkungan masing-masing. Dengan semangat kolaborasi dan khidmah, gerakan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka kemiskinan ekstrem serta mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan sejahtera.
Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi








