Sekolah di Bibir Ciliwung, Proyek Rp30 Miliar SMPN 34 Depok Tuai Sorotan

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Depok | Mata Aktual News — Niat membangun masa depan lewat pendidikan justru memicu kegelisahan publik. SMP Negeri 34 Depok yang berdiri di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, kini disorot karena diduga melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS). Bangunannya disebut terlalu dekat dengan bantaran Kali Ciliwung.

Dari pantauan lapangan, jarak gedung sekolah dengan bibir sungai tampak minim ruang aman. Di kawasan yang kerap dilanda banjir, kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan siswa dan keberlanjutan bangunan. Namun hingga kini, kajian teknis dan mitigasi bencana proyek tersebut belum dipaparkan secara terbuka ke publik.

Sorotan makin tajam lantaran proyek pendidikan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp30 miliar. Angka besar itu memicu pertanyaan, apakah seluruh tahapan perencanaan dan pembangunan telah sesuai dengan aturan tata ruang dan Perda yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivis lingkungan dari Matahari, Zefferi, menilai pembangunan sekolah di zona rawan sempadan sungai sebagai bentuk kecerobohan perencanaan.

“GSS itu dibuat untuk melindungi manusia dan lingkungan. Kalau sekolah dibangun terlalu dekat sungai, risikonya jelas. Anak-anak jangan dijadikan taruhan,” ujarnya kepada Mata Aktual News, Sabtu (17/1/2026).

Nada keras juga datang dari Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB). Ketua Umum KPKB, Dede Mulyana, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Sekolah melanggar GSS sama saja melanggar Perda Kota Depok. Anggarannya Rp30 miliar. Ini uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Menurut Dede, jika ditemukan pelanggaran tata ruang maupun kejanggalan dalam proses perencanaan dan pengadaan lahan, maka persoalan tersebut berpotensi mengarah pada dugaan penyalahgunaan kewenangan.

“Kami sedang mengumpulkan data. Jika indikasinya kuat, laporan ke aparat penegak hukum adalah langkah yang tidak terelakkan,” tambahnya.

Ironisnya, hingga kini Pemkot Depok, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait masih memilih diam. Padahal sebelumnya anggota DPRD Kota Depok bersama tim terpadu dilaporkan telah melakukan peninjauan ke lokasi. Namun hasil kajian itu belum juga diumumkan secara resmi.

Publik kini menunggu kejelasan. Apakah proyek sekolah Rp30 miliar ini akan dievaluasi secara terbuka, atau kembali mengendap tanpa penjelasan seperti banyak persoalan pembangunan lainnya.

Reporter: Tim Investigasi
Editor: Redaktur Pelaksana

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pagu Anggaran Tak Dicantumkan di Papan Proyek SMK Asy-Syuhada, Dugaan Ketidaktransparanan Disorot
BUKAN SEKADAR PRAMUKA! Najma Hayati Bawa Nama Agam ke Jambore Nasional XII
Proyek Rp1,17 Miliar SLB Puspa Mentari Bikin Geger, Ketua RW Ngaku Tidak Tahu Nilai Anggaran
Resmi Diterjunkan! Mahasiswa STISNU Siap Bangun Desa Buaran Bambu dari Akar Rumput
STKIP Kusuma Negara Gelar Writing Camp 2026, Cetak Mahasiswa Produktif dengan Publikasi Berkualitas
Kwarcab Agam Terpilih Wakili Sumatera Barat Tampil di Pentas Seni Jambore Nasional XII 2026
KPKB Soroti Carut-Marut PPDB, Disdik Bogor Diminta Jelaskan Siswa Masuk PKBM
Apresiasi Orang Tua Siswa SDN 03 Cipinang Besar Utara Kepada Seluruh Tenaga Pendidik
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Pagu Anggaran Tak Dicantumkan di Papan Proyek SMK Asy-Syuhada, Dugaan Ketidaktransparanan Disorot

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:22 WIB

BUKAN SEKADAR PRAMUKA! Najma Hayati Bawa Nama Agam ke Jambore Nasional XII

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Proyek Rp1,17 Miliar SLB Puspa Mentari Bikin Geger, Ketua RW Ngaku Tidak Tahu Nilai Anggaran

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Resmi Diterjunkan! Mahasiswa STISNU Siap Bangun Desa Buaran Bambu dari Akar Rumput

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:03 WIB

STKIP Kusuma Negara Gelar Writing Camp 2026, Cetak Mahasiswa Produktif dengan Publikasi Berkualitas

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights