JAKARTA, Mata Aktual News— Ratusan pengemudi ojek online (ojol) kembali turun ke jalan. Sekitar 550 pengemudi yang tergabung dalam Solidaritas Ojol Se-Nusantara (SOS) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).

Mereka mendesak pemerintah segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Transportasi Online yang dinilai berpihak pada pengemudi. Selain itu, massa menuntut komisi aplikator dibatasi maksimal 10 persen serta penghapusan skema tarif hemat yang dianggap menekan pendapatan ojol.
Aksi berlangsung di seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat sejak pukul 11.30 WIB. Sejumlah spanduk dan poster dibentangkan dengan pesan keras, di antaranya “Percepat Perpres Transportasi Online”, “Komisi Aplikator Maksimal 10%”, dan “Hapus Tarif Hemat”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama ini kami terus ditekan oleh kebijakan aplikator. Komisi terlalu besar, sementara pendapatan makin kecil. Negara harus hadir,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.
Selain soal tarif dan komisi, para pengemudi juga menuntut jaminan sosial yang layak bagi ojol sebagai pekerja sektor transportasi berbasis aplikasi. Mereka menilai belum adanya payung hukum yang jelas membuat posisi pengemudi rentan.
Pada awal aksi, massa masih berkisar puluhan orang. Namun menjelang siang, jumlah peserta meningkat signifikan setelah massa dari area Parkir IRTI Monas bergeser ke titik aksi utama. Aparat kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.
Polisi juga membentangkan spanduk imbauan agar aksi berlangsung tertib dan damai. Hingga siang hari, situasi terpantau aman dan kondusif tanpa insiden berarti.
Massa menyatakan akan terus menyuarakan aspirasi hingga pemerintah merespons tuntutan mereka. Aksi ini menjadi sinyal keras bahwa persoalan transportasi online belum menemukan titik temu yang adil bagi pengemudi.
Reporter Arman
Editor: Anandra







