BITUNG | Mata Aktual News — Malam Minggu kembali jadi alarm keamanan. Aktivitas warga yang memuncak di akhir pekan dinilai rawan disusupi aksi kriminal. Polres Bitung pun tak mau kecolongan. Sabtu malam (24/1/2026), Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SIK, MH turun langsung memimpin Apel Gabungan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Apel yang digelar pukul 21.00 WITA di Lapangan Polres Bitung itu diikuti pasukan lapangan inti. Tim Tarsius Presisi, Patroli Presisi, Patroli Wilayah Barat dan Timur, Resmob, hingga Opsnal Intelkam dikerahkan. Sinyalnya tegas: malam akhir pekan bukan ruang bebas bagi pelaku kejahatan.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa aparat tidak boleh lengah. Berdasarkan evaluasi situasi kamtibmas, malam Minggu masih menjadi waktu rawan terjadinya gangguan ketertiban, kejahatan jalanan, hingga aksi kriminal lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Polisi harus hadir nyata di lapangan. Jangan sampai masyarakat merasa tidak terlindungi,” tegas AKBP Albert Zai di hadapan pasukan.
Tak hanya memberi instruksi, Kapolres juga mendengar langsung laporan dari tim lapangan. Sejumlah kendala disampaikan, termasuk soal titik-titik rawan yang kerap muncul berulang. Evaluasi itu menjadi penegasan bahwa patroli tidak boleh berhenti pada rutinitas, tetapi harus berdampak.
Nada tegas Kapolres mengindikasikan satu hal: pengamanan malam Minggu tak boleh bersifat simbolik. Kehadiran polisi harus mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, bukan sekadar hadir saat apel lalu lenyap di jalanan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai menegaskan bahwa KRYD merupakan langkah konkret untuk menjaga stabilitas keamanan.
“Ini bukan kegiatan seremonial. KRYD dilakukan untuk memastikan masyarakat aman beraktivitas, khususnya di malam Minggu,” ujarnya.
Dengan patroli intensif dan pengerahan pasukan, Polres Bitung berharap situasi kamtibmas tetap terkendali. Namun publik tentu menunggu hasilnya. Apakah pengamanan malam Minggu benar-benar menekan angka kriminalitas, atau hanya sekadar rutinitas yang berulang tanpa efek jera.
Reporter: M. Aditya Prayuda
Editor: Akmal Aoulia







