Tangerang, Mata Aktual News — Pemerintah Kelurahan Kosambi Barat tak mau pembangunan jalan di tempat. Lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat kelurahan, Kosambi Barat tancap gas mendorong penguatan sektor industri, perdagangan, dan ketahanan pangan berkelanjutan.
Musrenbang yang digelar Senin (19/1/2026) itu menjadi ajang “adu gagasan” antara pemerintah dan warga untuk menentukan arah pembangunan Kosambi Barat ke depan. Forum ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya bertumpu pada industri, tetapi juga harus memperkuat ekonomi rakyat dan ketahanan pangan.
Lurah Kosambi Barat Hj. Aal Laela Nur Aliyah, S.K.M., M.I.P. menyebutkan, wilayah Kosambi Barat memiliki potensi besar di sektor industri dan perdagangan. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara seimbang agar berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Industri dan perdagangan harus tumbuh, tapi ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan juga tidak boleh diabaikan,” tegas Aal Laela.
Musrenbang dihadiri unsur Kecamatan Kosambi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader PKK, RT/RW, hingga perwakilan warga. Kehadiran lintas elemen ini menandakan komitmen bersama untuk membangun Kosambi Barat secara terbuka dan partisipatif.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan berbagai usulan prioritas. Mulai dari perbaikan infrastruktur lingkungan, penguatan UMKM dan perdagangan lokal, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan publik, hingga program ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Usulan-usulan itu dibahas secara terbuka untuk diselaraskan dengan program pembangunan Kabupaten Tangerang Tahun 2027. Pemerintah kelurahan menegaskan, aspirasi warga akan diperjuangkan agar tidak sekadar berhenti di atas kertas.
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Kosambi Barat berharap pembangunan ke depan tak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pemerataan manfaat dan keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Reporter: Alex Didi
Editor: Akmal Aoulia







