
BOGOR, Mata Aktual News — Musim durian lokal menjadi berkah tersendiri bagi Sarjono, pensiunan asal Bojonegoro, Jawa Timur, yang kini berdomisili di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pria yang akrab disapa Pakde Jon itu memilih mengisi masa pensiunnya dengan berjualan durian asal Baduy, Banten. Bukan sekadar berdagang, usaha tersebut berawal dari kecintaannya terhadap durian Baduy yang menurutnya memiliki cita rasa khas dan berbeda.
Usaha yang awalnya hanya menyasar tetangga sekitar rumah itu perlahan berkembang. Bersama anaknya, Sarjono memanfaatkan media sosial TikTok untuk melakukan siaran langsung (live) dan mempromosikan dagangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak disangka, konten tersebut mendapat respons besar hingga viral. Pembeli pun berdatangan dari luar lingkungan tempat tinggalnya.
“Saya memang sangat suka durian dari Baduy, karena memiliki cita rasa yang berbeda dari durian lokal mana pun. Saat ini saya sudah purna tugas, bersama anak dan istri saya memulai usaha durian. Alhamdulillah, dari sini ada keberkahan rezeki untuk keluarga saya,” ungkap Sarjono, Senin (21/9/2026).
Bukan kaleng-kaleng, dalam sehari Pakde Jon mengaku mampu menjual hingga 400 buah durian. Buah yang dijual tersedia dalam tiga kategori ukuran, yakni kecil, sedang, dan besar.
Segmen pasarnya pun menyasar masyarakat menengah ke bawah. Harganya dibuat beragam, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, sehingga pembeli dapat memilih sesuai selera dan kemampuan.
Sarjono mulai serius menjalankan usaha tersebut sejak awal September 2026. Meski baru berjalan kurang dari sebulan, usaha itu disebut mampu menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah per hari.
“Namanya hidup harus terus ikhtiar, urusan hasil tidak ada yang tahu. Asal tekun dan jujur kita jalani usaha, pasti tidak akan mengkhianati hasilnya,” tambah Pakde Jon.
Jual Durian Tak Sekadar Mengejar Untung Menurut Pakde Jon, berjualan durian bukan perkara mudah. Pedagang harus mampu membaca pasar karena tidak setiap buah yang dijual otomatis menghasilkan keuntungan.
Ia bahkan menerapkan konsep subsidi silang dalam menjalankan usahanya. Sebagian keuntungan digunakan untuk memberikan pelayanan dan berbagi kepada pelanggan maupun kegiatan sosial.
“Artinya, tidak semua yang kita jual akan menghasilkan keuntungan semata. Kita juga bisa berbagi untuk Jumat Berkah. Atau setiap pelanggan yang datang akan kita berikan tester sebelum membeli. Kalau tidak enak, tidak usah bayar,” jelasnya.
Konsep tersebut menjadi salah satu cara Pakde Jon menjaga kepercayaan pelanggan. Baginya, kejujuran menjadi modal penting dalam membangun usaha, terlebih ketika menjual produk yang kualitas rasanya baru bisa benar-benar diketahui setelah buah dibuka.
Kini, lapak Durian Cileungsi Cibubur menjadi salah satu tempat yang bisa didatangi para pencinta durian yang ingin mencicipi durian Baduy di wilayah Cileungsi.
Bagi masyarakat yang penasaran dengan cita rasa durian Baduy, dapat datang langsung ke Perumahan Cileungsi Indah Blok C 43, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Reporter: Piye
Editor: Redaksi








