Jakarta | Mata Aktual News – Karier panjang Budi Gunawan di panggung nasional berakhir di Kabinet Merah Putih. Belum genap setahun menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Presiden Prabowo Subianto memberhentikan pria kelahiran Surakarta, 11 Desember 1959 itu dalam reshuffle kabinet, Senin (8/9/2025).
Budi Gunawan menjadi satu-satunya menteri koordinator yang dicopot Prabowo sejak dilantik pada 21 Oktober 2024. Keputusan ini menandai titik balik perjalanan seorang jenderal purnawirawan yang pernah menempati posisi strategis sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri hingga Joko Widodo.
Karier Panjang dan Kontroversi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1983 ini dikenal dekat dengan Megawati. Ia sempat menjabat sejumlah posisi penting di kepolisian, sebelum kemudian masuk ke lingkaran kekuasaan pemerintahan.
Namanya melejit ke publik pada Januari 2015 ketika Presiden Jokowi mengajukannya sebagai calon tunggal Kapolri. DPR RI bahkan telah meloloskan uji kelayakan dan kepatutan. Namun, rencana pelantikan itu kandas setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus rekening gendut.
Budi melawan dengan praperadilan dan menang. Status tersangkanya gugur dan kasus dihentikan. Meski demikian, polemik itu membuatnya gagal memimpin Polri. Jokowi akhirnya menunjuk Badrodin Haiti sebagai Kapolri.
Setelah itu, Budi ditunjuk sebagai Wakapolri, lalu beralih menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2016. Posisi ini ia emban cukup lama hingga dipercaya Prabowo sebagai Menko Polhukam pada 2024.
Tamat di Era Prabowo
Meski sempat mengisi kursi penting dalam kabinet, perjalanan Budi Gunawan bersama Prabowo tidak berlangsung lama. Pencopotannya pada 8 September 2025 menutup satu bab penting dari karier panjang seorang perwira polisi yang namanya tak lepas dari sorotan publik, baik karena prestasi maupun kontroversi.







