Aksi Damai JSKK Ke – 879 Serukan Penuntasan Pelanggaran HAM di Depan Istana

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Jakarta, 25 September 2025 – Jaringan Solidaritas Korban Untuk Keadilan (JSKK) kembali menggelar Aksi Damai ke-879 di seberang Istana Negara, Taman Pandang, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025).

Aksi yang dipimpin oleh Ibu Sumarsih, ibunda korban Tragedi Semanggi I, diikuti sekitar 80 peserta dan berlangsung sejak pukul 15.10 hingga 17.40 WIB. Jalannya aksi terpantau berlangsung tertib dan kondusif.

Peserta aksi membawa spanduk, foto korban, serta payung hitam dengan tulisan tuntutan penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu. Mereka menuntut negara menuntaskan kasus Tragedi Semanggi, Tragedi Mei 1998, Tanjung Priok, hingga kasus di Aceh, serta menghentikan praktik kekerasan terhadap warga sipil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah tokoh turut menyampaikan refleksi, di antaranya Wisnu dari KB-UI, Eman sahabat mendiang Yun Hap, Cho Yong Gi korban kekerasan May Day 2025, keluarga Del Piedro, serta perwakilan media Konde.Co. Dalam testimoninya, mereka mengingatkan agar kasus pelanggaran HAM tidak dilupakan dan mendesak pemerintah untuk menegakkan keadilan.

“Yun Hap bukan aktivis, dia mahasiswa biasa yang peduli. Namun dia ditembak negara pada 24 September 1999. Kami berdiri di sini agar tidak ada lagi peluru yang dibeli dengan pajak rakyat digunakan untuk membunuh rakyat,” kata Wisnu, sahabat almarhum Yun Hap.

Sekitar pukul 15.30 WIB, massa memulai aksi dengan yel-yel “Hidup Korban, Jangan Diam, Lawan Impunitas”. Acara dilanjutkan dengan doa bersama, refleksi, dan ditutup dengan foto bersama sebelum aksi berakhir pada pukul 17.30 WIB.

Aksi Damai Kamisan ke-879 ini kembali menjadi pengingat bahwa perjuangan keluarga korban pelanggaran HAM beserta pendukungnya masih terus berlanjut. Hingga kini, tuntutan penegakan hukum dan penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu masih menjadi perhatian publik.


Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kios Kecil, Dosa Besar! Tramadol Ilegal Digulung Polisi
Dolar Menguat, Rupiah Tertekan; Pengamat Soroti Akar Struktural dan Arah Kebijakan Pemerintah
Rekan Indonesia Kampanyekan STOP TBC dengan TOSS di CFD Jakarta Barat
Mengenal Syamsul Jahidin, Mantan Satpam yang Mengguncang Sistem: Satu Pena Mengubah Peta Kekuasaan
Kodim 0501/JP Berbagi Kasih, Gelar Santunan untuk Anak Yatim di Dua Yayasan Jakarta Pusat
Sembunyikan Sabu di Bungkus Rokok, Perantara Transaksi Narkotika Ditangkap Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Ketika Sepak Bola Indonesia Dikhawatirkan Kembali Diseret ke Kepentingan Non-Sportif
Satpol PP Cipinang Besar Utara Tertibkan Pelajar yang Berkumpul di Depan Sekolah Al-Wildan
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:09 WIB

Kios Kecil, Dosa Besar! Tramadol Ilegal Digulung Polisi

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:56 WIB

Dolar Menguat, Rupiah Tertekan; Pengamat Soroti Akar Struktural dan Arah Kebijakan Pemerintah

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIB

Rekan Indonesia Kampanyekan STOP TBC dengan TOSS di CFD Jakarta Barat

Minggu, 16 November 2025 - 10:10 WIB

Mengenal Syamsul Jahidin, Mantan Satpam yang Mengguncang Sistem: Satu Pena Mengubah Peta Kekuasaan

Jumat, 31 Oktober 2025 - 13:55 WIB

Kodim 0501/JP Berbagi Kasih, Gelar Santunan untuk Anak Yatim di Dua Yayasan Jakarta Pusat

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights