DLH Rawasari Bantah Dugaan Pungli di TPS, Penarik Gerobak Ungkap Fakta Berbeda

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Pusat, Mata Aktual News —
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan Rawasari, Jakarta Pusat, membantah adanya praktik pungutan liar (pungli) di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) wilayahnya. Namun, pengakuan sejumlah penarik gerobak sampah justru memunculkan dugaan lain terkait adanya pungutan tidak resmi di lapangan.

Perwakilan DLH Kecamatan Rawasari yang juga pengawas lapangan, Ade, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membenarkan adanya pungli, dan siap menindak tegas oknum yang terbukti melanggar.

“Terkait isu pungutan liar di TPS Rawasari itu tidak benar. Jika ada rekan penarik gerobak yang mengalami pungli, laporkan langsung kepada kami, akan kami tindaklanjuti,” ujar Ade saat dikonfirmasi di kantor DLH Kecamatan Rawasari, Senin (6/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ade mengaku pihaknya telah menelusuri laporan yang beredar, namun belum menemukan bukti kuat.

“Saya juga bingung, ketika saya tanyakan, mereka bilang tidak dipintai uang saat membuang sampah di TPS,” tambahnya.

Meski begitu, Ade menyayangkan adanya perbedaan pernyataan antara yang disampaikan para penarik gerobak di forum dan di lapangan.

“Seharusnya mereka melapor langsung ke kami atau ke Kasatpel. Saat di lapangan, alasannya untuk beli air. Tapi ketika di forum, bilangnya ada pemaksaan,” ujarnya.

Ade menegaskan bahwa DLH Kecamatan Rawasari tidak mentoleransi praktik pungli dalam bentuk apa pun, termasuk jika dilakukan oleh pegawai PJLP.

“Kalau terbukti, akan kami tindak. Karena mereka sudah menerima gaji dari Pemda DKI. Semua petugas sudah kami ingatkan agar tidak bermain pungli di lapangan,” tegasnya.

Pengakuan Penarik Gerobak: “Kami Bayar Setiap Bulan”

Berbeda dengan keterangan DLH, sejumlah penarik gerobak sampah justru mengaku masih harus membayar sejumlah uang agar sampah mereka dapat diangkut.

Seorang penarik gerobak berinisial L mengaku membayar Rp500 ribu per bulan di depo sampah.

“Saya bayar bulanan, bukan harian. Kalau tidak bayar, saya disuruh naikin sendiri ke mobil sampah. Biasanya saya bayar ke supir, katanya uang itu dibagi-bagi,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan penarik gerobak lainnya, S, yang mengaku membayar Rp50 ribu setiap hari kepada orang yang membantu membongkar sampah dari gerobaknya.

“Kalau nggak bayar, saya disuruh bongkar sendiri. Jadi ya mau nggak mau harus keluar uang,” kata S.

Sementara itu, seorang penarik gerobak lain di TPS Rawasari juga menyebut adanya iuran kecil untuk “e-toll” sebesar Rp5 ribu.

“Kalau nggak ngasih, sampah saya nggak diangkut,” ucapnya singkat.

Perlu Investigasi dan Pengawasan Ketat

Perbedaan antara pernyataan resmi DLH dan kesaksian para penarik gerobak menunjukkan adanya ketimpangan informasi yang perlu diusut lebih lanjut. Praktik pungutan tidak resmi, sekecil apa pun, berpotensi menekan pekerja sektor informal yang menggantungkan hidup dari layanan kebersihan.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh dan memperketat pengawasan di lapangan agar tidak ada lagi celah bagi oknum yang memanfaatkan posisi untuk kepentingan pribadi. Transparansi dan perlindungan bagi para penarik gerobak menjadi kunci agar sistem pengelolaan sampah di Ibu Kota berjalan bersih dan berkeadilan.

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Redaksi Mata Aktual News

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yayasan Tritarasa Resmikan Kantor Baru, Perkuat Pendekatan Terpadu Penanganan Adiksi
Yayasan Tritarasa Peringati HUT ke-5 dengan Tasyakuran Bersama Anak Yatim
Once DPR RI: Jakarta Teladan Harmoni Budaya Nasional
FMPS Jilid III Demo KPK, Desak Usut Dugaan Mafia Tanah dan Aliran Dana ke Wali Kota Kendari
Peringati Hari Ibu, Rekan Indonesia Soroti Tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia
Tawuran Kembali Pecah di Cipinang Pulomaja, Ketua RW 11 Tutup Akses Jalan Selama Libur Sekolah
Pasca Tawuran Remaja di Cipinang Besar Utara, Dewan Kota Jatinegara Tinjau Lokasi
Upah 2026 Dipersoalkan, Buruh Transjakarta Gelar Aksi ke Istana Negara
Berita ini 699 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 22:53 WIB

Yayasan Tritarasa Resmikan Kantor Baru, Perkuat Pendekatan Terpadu Penanganan Adiksi

Rabu, 24 Desember 2025 - 00:39 WIB

Yayasan Tritarasa Peringati HUT ke-5 dengan Tasyakuran Bersama Anak Yatim

Selasa, 23 Desember 2025 - 23:52 WIB

Once DPR RI: Jakarta Teladan Harmoni Budaya Nasional

Senin, 22 Desember 2025 - 17:15 WIB

FMPS Jilid III Demo KPK, Desak Usut Dugaan Mafia Tanah dan Aliran Dana ke Wali Kota Kendari

Senin, 22 Desember 2025 - 09:44 WIB

Peringati Hari Ibu, Rekan Indonesia Soroti Tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia

Berita Terbaru

Pemerintahan

Gedung Baru KONI Diresmikan, Bupati Tangerang Pacu Prestasi Atlet

Sabtu, 10 Jan 2026 - 14:03 WIB

Verified by MonsterInsights