Kepala BGN Minta Maaf Atas Insiden Kekerasan Terhadap Wartawan di Pasar Rebo Jakarta Timur

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 01:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan permohonan maaf atas dugaan penganiayaan yang dialami seorang wartawan oleh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Insiden itu terjadi ketika pewarta tersebut tengah melakukan tugas jurnalistik untuk mengonfirmasi dugaan kasus keracunan di SD Negeri 1 Gedong, Pasar Rebo. Jakarta Timur

“Kami meminta maaf, ya, kalau petugas kami melakukan itu,” ujar Dadan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).dikutip dari Metrotvnews.com

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dadan menegaskan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut. Namun, ia memastikan BGN akan menelusuri kebenaran insiden itu.

“Kami masih mencari kebenaran terkait kejadian ini. Yang jelas, kami tidak membenarkan segala bentuk kekerasan,” imbuhnya.

Pernyataan ini menuai tanggapan dari berbagai kalangan, termasuk aktivis pers. Pemimpin Redaksi Mata Aktual News, Merry Witrayeni Mursal, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap jurnalis adalah bentuk pelanggaran serius terhadap demokrasi dan kebebasan pers.

“Apapun alasannya, jurnalis tidak boleh diintimidasi apalagi mengalami tindak kekerasan ketika menjalankan tugas jurnalistik. Pers adalah pilar keempat demokrasi, dan kebebasan pers harus dijamin serta dilindungi oleh semua pihak, termasuk institusi negara,” tegas Merry.

Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dengan jelas melindungi kerja jurnalistik. Karena itu, setiap bentuk kekerasan terhadap jurnalis bisa berimplikasi hukum.

Sejumlah organisasi kewartawanan, Ketua Umum Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Balham Waja SH MH sebelumnya juga menyerukan agar aparat maupun instansi pemerintah menjunjung tinggi kebebasan pers dan memastikan perlindungan terhadap jurnalis di lapangan.

Mata Aktual News akan menelusuri kebenarannya kasus dugaan insiden tersebut

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alwiyah Ahmad: Jangan Sekadar Seremoni, Semangat Kartini Harus Jadi Aksi Nyata!
“Halal Bihalal RW 007 Cipinang Besar Selatan: Warga Kompak, Lurah Angkat Bicara Soal Sinergi Nyata!”
Camat Tambora Blusukan di Krendang, Kolaborasi Wartawan Tebar Jumat Berkah
Pengerusakan Pos Keamanan di Rawabunga, Polisi Selidiki Pelaku
Lebaran Betawi 2026 Jadi Perekat Warga, Pramono: Jangan Sampai Jakarta Kehilangan Jati Diri
DLH Jatinegara Pastikan Sampah Terkendali, Pengangkutan Dilakukan Tiga Shift
Khofifah Salurkan 1.500 Paket Lebaran dari Jusuf Kalla di Pengadegan, Warga Sekitar Diprioritaskan
Resmi Terpilih! Faza Maulida Nahkodai Fatayat NU Jakarta Timur 2025–2030
Berita ini 329 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 11:54 WIB

Alwiyah Ahmad: Jangan Sekadar Seremoni, Semangat Kartini Harus Jadi Aksi Nyata!

Minggu, 19 April 2026 - 14:25 WIB

“Halal Bihalal RW 007 Cipinang Besar Selatan: Warga Kompak, Lurah Angkat Bicara Soal Sinergi Nyata!”

Sabtu, 18 April 2026 - 13:13 WIB

Camat Tambora Blusukan di Krendang, Kolaborasi Wartawan Tebar Jumat Berkah

Kamis, 16 April 2026 - 01:08 WIB

Pengerusakan Pos Keamanan di Rawabunga, Polisi Selidiki Pelaku

Sabtu, 11 April 2026 - 17:54 WIB

Lebaran Betawi 2026 Jadi Perekat Warga, Pramono: Jangan Sampai Jakarta Kehilangan Jati Diri

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights