Jakarta | Mata Aktual News – Jagat maya heboh. Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di SPBU Shell ramai jadi bahan perbincangan. Penyebabnya, isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang disebut bakal habis pada pekan ketiga September.
Akun X @ganissatanica bahkan menyebut Shell hanya akan buka terbatas. SPBU disebut tetap beroperasi, tapi cuma jual oli dan solar dengan jumlah petugas yang dipangkas per shift. Netizen pun ramai-ramai menuding Kementerian ESDM enggan menambah impor BBM untuk SPBU swasta, hingga isu PHK massal pun mencuat.
Tak mau rumor makin liar, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, akhirnya buka suara. Ia mengakui ada penyesuaian operasional, mulai dari jam layanan yang dipangkas sampai jumlah petugas di lapangan dikurangi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Shell tetap jalan. Kami masih sediakan solar, pelumas, bengkel, dan Shell Select. Jadi tidak benar kalau dibilang tutup total,” tegas Ingrid, Selasa (17/9).
Faktanya, beberapa varian bensin seperti Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ memang kosong di sejumlah SPBU. Shell berjanji pasokan akan kembali normal setelah koordinasi dengan berbagai pihak.
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ikut angkat bicara. Ia membantah tuduhan bahwa pemerintah menahan izin impor. Menurutnya, kuota sudah diberikan bahkan naik 10 persen dibanding tahun lalu.
“Kalau kurang, ya bisa beli ke Pertamina. Pemerintah tidak pernah hambat,” ujar Bahlil.
Meski klarifikasi sudah keluar, isu ini telanjur bikin gaduh. Publik pun menanti kepastian: apakah layanan Shell bakal benar-benar pulih, atau rumor PHK massal justru jadi kenyataan.







