JAKARTA, Mata Aktual News — Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPW AWDI) Provinsi DKI Jakarta pada 11 November 2026 tak boleh sekadar menjadi seremoni. Ketua Umum DPP AWDI, Budi Wahyudin Syamsu, bersama Pembina AWDI, Ridwan Anwar, dan jajaran panitia pelaksana mulai mengintensifkan evaluasi demi memastikan agenda pengukuhan berjalan tertib, profesional, dan sesuai rencana.

Dalam rapat evaluasi pada Senin (26/10/2026), panitia menyebut sekitar 70 persen persiapan telah dilalui. Namun, pekerjaan belum selesai. Koordinasi terus diperkuat agar seluruh kebutuhan kegiatan di Gedung Kesbangpol, lantai 22, Ruang Elang Bondol, dapat dituntaskan sebelum hari pelaksanaan.
Bagi AWDI, pelantikan ini menjadi ujian awal bagi soliditas organisasi dan kesiapan pengurus dalam mengemban amanah. Sebab, menjaga nama besar organisasi bukan hanya soal sukses menggelar acara, melainkan juga bagaimana tanggung jawab dijalankan setelah pelantikan usai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum DPP AWDI, Budi Wahyudin Syamsu, mengingatkan seluruh panitia agar tidak bekerja setengah hati. Setiap detail kegiatan harus diperhatikan, sementara koordinasi antarpersonel perlu dijaga agar tidak terjadi hambatan pada hari pelaksanaan.
“Persiapan pelantikan ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh karena menyangkut nama baik organisasi profesi AWDI. Saya berharap seluruh jajaran panitia memperhatikan setiap detail kegiatan agar acara berlangsung tertib, khidmat, dan mencapai sasaran yang diharapkan,” tegas Budi.
Pelantikan tersebut direncanakan dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), tamu kehormatan, jajaran pengurus organisasi, serta insan pers dan jurnalistik.
Budi berharap momentum ini tidak berhenti pada pengukuhan kepengurusan. Lebih dari itu, DPW AWDI DKI Jakarta diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal dan mendorong perkembangan organisasi di daerah.
Ridwan Anwar: Jangan Cuma Dilantik, Pengurus Harus Buktikan Kerja!
Pembina AWDI, Ridwan Anwar, turut menyoroti pentingnya tanggung jawab dan komitmen seluruh unsur yang terlibat. Menurutnya, menjaga marwah organisasi harus diwujudkan melalui kedisiplinan, kerja nyata, dan kesediaan menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh.
Ridwan menjelaskan, sejumlah rapat evaluasi telah dilakukan bersama panitia pelaksana dan bakal calon pengurus DPW AWDI DKI Jakarta yang dikoordinasikan oleh Arifin Soekarno.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperjelas pembagian tugas sekaligus memastikan seluruh personel memahami tanggung jawab masing-masing. Baginya, persiapan yang matang menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas organisasi.
“AWDI merupakan organisasi profesi yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga marwah dan kehormatan organisasi. Ketika saya ditunjuk dan diminta menjadi pembina, tentu saya harus menjalankan amanah tersebut dengan sungguh-sungguh. Saya ingin memberikan yang terbaik bagi AWDI,” ujar Ridwan.
Ia juga menekankan bahwa komitmen terhadap organisasi tidak cukup hanya disampaikan dalam forum rapat. Komitmen itu harus terlihat dari kedisiplinan, keseriusan bekerja, dan kontribusi nyata bagi kemajuan AWDI.
Persiapan 70 Persen, Target Sukses Tak Boleh Meleset
Dengan sekitar 70 persen persiapan yang disebut telah rampung, panitia kini dituntut menuntaskan pekerjaan tersisa secara terukur. Evaluasi dan koordinasi menjadi kunci agar agenda pelantikan tidak terkendala persoalan teknis.
Dukungan pengurus pusat dan daerah juga diharapkan menjadi kekuatan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Namun, pekerjaan besar AWDI tidak berakhir ketika acara selesai. Setelah pengurus dikukuhkan, masyarakat dan insan pers tentu berharap organisasi mampu menunjukkan kiprah yang nyata, menjaga profesionalisme, serta menjunjung tanggung jawab dalam kehidupan pers.
Pelantikan 11 November 2026 pun diharapkan menjadi titik awal konsolidasi DPW AWDI DKI Jakarta bukan sekadar panggung seremoni, melainkan awal pembuktian komitmen organisasi.
AWDI Maju Terus, Jaya!
Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi








