Jakarta, Mata Aktual News — Jakarta Business Competition (JBC) 2026 resmi hadir sebagai ajang kompetisi bisnis tingkat pelajar yang berskala nasional, menghadirkan partisipasi siswa SMA/SMK/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa hingga luar Jawa seperti Bali dan Palembang. Jumat (24/4/2026).

Diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Indonesia Banking School melalui
Kementerian Kajian dan Aksi Strategis.
Kompetisi ini mengusung tema “Cultural-Based Sociopreneurship: Revitalizing Heritage to Drive Economic and Social Impact.” Tema tersebut menekankan pentingnya integrasi nilai budaya dalam model bisnis di tengah arus globalisasi yang kian menggerus eksistensi kearifan lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian kegiatan JBC 2026 meliputi penyusunan Business Model Canvas, pengembangan ide bisnis, hingga presentasi di hadapan dewan juri profesional.
Selain itu, lomba esai turut digelar sebagai wadah bagi peserta untuk menyampaikan gagasan kritis dan solutif terhadap berbagai isu bisnis dan sosial.
Beragam inovasi lahir dari kompetisi ini, mulai dari pengembangan produk berbasis budaya lokal, digitalisasi warisan budaya, hingga konsep pemberdayaan masyarakat melalui bisnis sosial yang berkelanjutan.
Hal ini menunjukkan tingginya potensi generasi muda dalam menciptakan solusi kreatif yang berdampak luas.
Sebagai puncak acara, JBC 2026 menghadirkan seminar inspiratif yang diisi oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun kewirausahaan berbasis budaya sebagai kekuatan ekonomi baru yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus menjaga identitas bangsa.
JBC 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform pembelajaran yang menanamkan nilai kepemimpinan, kreativitas, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya.
Melalui tagline “Preserving Heritage, Creating Opportunities,” kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan wirausahawan muda yang inovatif, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia.
Reporter: M. Andika
Editor: Redaksi








