Gorontalo, Mata Aktual News— Jenazah prajurit Yonif 9 Marinir, Sertu Marinir (Anumerta) Rein Pasau, asal Gorontalo yang menjadi korban bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo, Sabtu (31/1/2026) pagi sekitar pukul 07.57 WITA.

Setibanya di bandara, jenazah disambut dengan upacara militer, sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, untuk selanjutnya dimakamkan secara militer.
Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 09.39 WITA, disambut keluarga, kerabat, dan warga setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sertu Marinir (Anumerta) Rein Pasau merupakan salah satu dari 23 prajurit Marinir yang tertimbun longsor saat melaksanakan latihan di wilayah Jawa Barat. Hingga kini, proses pencarian terhadap prajurit lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny Chandra Sukmana, mengatakan bahwa pemakaman dilakukan sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian almarhum yang gugur dalam tugas.

“Pemakaman hari ini dilaksanakan secara militer sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum yang gugur dalam menjalankan tugas negara,” kata Letkol Laut (P) Hanny.
Ia menjelaskan, jenazah almarhum ditemukan oleh tim pencari pada Jumat (30/1/2026) setelah dinyatakan hilang sejak Sabtu (24/1/2026) akibat bencana longsor di lokasi latihan.
Menurut Danlanal Gorontalo, almarhum juga memperoleh kenaikan pangkat anumerta dari Panglima TNI.
“Almarhum dinaikkan satu tingkat pangkat dari Serda menjadi Sertu sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian dalam tugas,” ujarnya.
Sertu Marinir (Anumerta) Rein Pasau tercatat bergabung sebagai prajurit TNI Angkatan Laut pada tahun 2022 dan telah mengabdi selama kurang lebih tiga tahun. Almarhum belum menikah dan meninggalkan seorang ibu serta lima orang saudara.
Hingga saat ini, dari 23 prajurit Marinir yang terdampak bencana longsor tersebut, lima orang telah ditemukan, sementara upaya pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan.
Reporter: M. Aditya Prayuda
Editor: Redpel







