Bitung, Mata Aktual News— Semangat juang prajurit laut kembali digaungkan. Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera ke-64, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) meresmikan Monumen Pahlawan Nasional Samuel Languyu di Aertembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (15/1/2026).

Monumen tersebut diresmikan oleh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII Manado di depan Satuan Patroli Kodaeral VIII Manado, tepat di ruas jalan yang kini menyandang nama Samuel Languyu putra daerah Aertembaga yang gugur sebagai pahlawan laut Indonesia.

Samuel Languyu adalah prajurit TNI AL yang ikut dalam Operasi Trikora. Ia gugur bersama Komodor Yos Sudarso di atas KRI Macan Tutul saat Pertempuran Laut Aru di Perairan Arafura, 15 Januari 1962, dalam misi mempertahankan kedaulatan Indonesia atas Irian Barat. Peristiwa heroik itu kemudian diperingati sebagai Hari Dharma Samudera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komandan Kodaeral VIII Manado, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa peresmian monumen ini merupakan wujud penghormatan negara terhadap pengorbanan prajurit laut yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi Merah Putih.
“Monumen ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi pengingat akan nilai perjuangan, keberanian, dan loyalitas tanpa batas kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Ia menambahkan, keteladanan Samuel Languyu yang menjunjung tinggi kecintaan terhadap tanah air serta budaya Minahasa harus menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
Dalam kesempatan yang sama, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi juga dikukuhkan sebagai Warga Adat Sulawesi Utara oleh para pemangku adat. Pengukuhan tersebut menjadi simbol kuatnya ikatan emosional dan sinergi antara TNI AL dan masyarakat Sulawesi Utara.
“Ini adalah kehormatan besar sekaligus amanah. Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan akan terus menjaga sinergi TNI AL dengan masyarakat,” ujarnya.
Peringatan Hari Dharma Samudera ke-64 di Bitung menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat juang prajurit laut sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kedaulatan Indonesia.
Reporter: M. Aditya Prayuda
Editor: Anandra







